Padang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat (Sumbar) menerapkan standar baru dalam seleksi atlet untuk Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) 2026. Sebanyak 138 atlet elit daerah akan menjalani serangkaian tes komprehensif yang berfokus pada data dan sport science.
Menurut Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Septri, langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa hanya atlet dengan kondisi terbaik yang akan berpartisipasi dalam pelatihan lanjutan. “Tes ini fondasi awal pembinaan prestasi,” ujarnya setelah rapat Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Sumbar, Sabtu (3/1/2026). Ia menambahkan, “Kami ingin atlet Pelatda siap secara kesehatan, mental, dan fisik.”
Proses seleksi akan berlangsung selama dua hari, mulai 14 Januari 2026. Pada hari pertama, para atlet akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan psikotes. Hari berikutnya, tes fisik akan dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNP.
KONI Sumbar bekerja sama dengan para ahli dari Universitas Negeri Padang (UNP) dan tenaga kesehatan profesional untuk menjamin transparansi dan validitas ilmiah dari proses seleksi. Ketua Tim Tes Atlet, Risky Syahputra, menyatakan bahwa data laboratorium akan memberikan gambaran yang akurat tentang kondisi setiap atlet. “Seluruh tes berstandar jelas dan terukur, melibatkan profesional KONI, akademisi UNP, dan tim medis,” katanya.
Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif yang diambil oleh Binpres. Ia menekankan pentingnya pembinaan olahraga modern yang didasarkan pada data yang akurat. “Saya mendukung penuh langkah-langkah Binpres,” ungkapnya. “Tes ini penting agar pembinaan tepat sasaran.”
Hamdanus juga menambahkan bahwa prestasi di tingkat nasional hanya dapat dicapai melalui tahapan yang sistematis, profesional, dan berkelanjutan. “Dengan dukungan data akurat, program latihan pelatih akan lebih terarah,” pungkasnya. “Peluang meraih prestasi maksimal akan semakin terbuka lebar.”










