Sawahlunto – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Sawahlunto mengakui adanya tantangan dalam menjalin kemitraan dengan media lokal akibat keterbatasan anggaran. Pengakuan ini disampaikan dalam pertemuan silaturahmi antara Kominfo dan sejumlah wartawan di hall RSUD Sawahlunto.

Adrius Putra, Kepala Dinas Kominfo Sawahlunto, didampingi oleh Sekretaris Apjulkhir Papuan, Kepala Bidang Delvid Egon Delvita, dan Kepala Bidang IKPS Sari Rahmawati, menjelaskan bahwa efisiensi anggaran berdampak signifikan pada kemampuan dinas untuk mendukung kerjasama dengan media. “Adanya efesiensi anggaran berdampak terhadap dinas,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Adrius Putra juga menyoroti peran penting media dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menyebarkan informasi terkait program dan kebijakan pemerintah daerah. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pers dapat terus ditingkatkan demi kemajuan Sawahlunto.

Lebih lanjut, Adrius Putra menyatakan kesediaannya untuk menerima kritik konstruktif dari kalangan wartawan. Ia berpendapat bahwa kontrol dari media sangat penting untuk mengidentifikasi kelemahan pemerintah daerah yang perlu diperbaiki. “Sebab tanpa ada kontrol dari rekan – rekan wartawan tentu pemerintah tidak tahu kelemahan yang tentunya untuk dapat diperbaiki,” katanya. Ia menekankan bahwa kritik yang disampaikan harus berdasarkan fakta dan sesuai dengan kode etik jurnalistik.

Menanggapi hal tersebut, Amin Perwira dari Warta Andalas mengusulkan perlunya peningkatan intensitas komunikasi antara pemerintah dan pers. Ia menyarankan agar kegiatan informal seperti coffee morning dapat diadakan secara rutin, minimal setiap tiga bulan sekali, sebagai wadah untuk membahas berbagai persoalan.

Amin Perwira juga menyoroti adanya kekhawatiran di kalangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat berinteraksi dengan wartawan. Ia berharap Dinas Kominfo dapat memberikan sosialisasi kepada OPD agar tidak alergi terhadap kehadiran wartawan.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.