Padang – Politeknik Negeri Padang (PNP) memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana hidrometeorologi melalui pembangunan infrastruktur pendukung unit filter air bersih. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Penugasan yang dilaksanakan oleh tim dosen dari Jurusan Teknik Sipil PNP, bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (UNDIP).

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan frekuensi banjir dan cuaca ekstrem yang melanda Kota Padang dalam kurun waktu 2010-2025. Data statistik menunjukkan adanya urgensi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.

Menurut ketua tim pengusul PkM, unit filter air yang ada sebelumnya rentan terhadap kerusakan jika tidak dilindungi dengan baik. “Unit filtrasi air ini adalah investasi teknologi yang penting,” ujarnya.

Untuk mengatasi kerentanan tersebut, PNP membangun platform beton setebal 12 cm sebagai landasan yang stabil dan higienis. Selain itu, didirikan pula shelter baja ringan untuk melindungi unit filter dari panas dan hujan. “Tanpa perlindungan, komponen elektrikalnya berisiko rusak akibat cuaca ekstrem, dan lokasinya bisa tergenang saat banjir,” tambahnya.

Fasilitas yang terletak di lingkungan kampus PNP ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung alat, tetapi juga sebagai sumber air bersih mandiri. Dalam kondisi darurat, ketika sumber air utama masyarakat tercemar atau terputus, warga sekitar dan civitas akademika dapat mengakses air bersih yang telah difiltrasi dengan standar higienitas yang terjamin.

“Ini adalah mata rantai yang hilang,” ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa teknologi filtrasi air telah dikembangkan oleh UNDIP, dan PNP melengkapinya dengan infrastruktur pendukung agar sistem dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.

Sinergi antara PNP dan UNDIP dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di masyarakat mendapat apresiasi saat kunjungan kerja Komisi X DPR RI ke PNP.

PNP berencana untuk terus mengembangkan kapasitas dan kualitas filtrasi air di masa depan. “Harapan besar kami, kualitas air yang dihasilkan tidak hanya untuk kebutuhan mandi dan cuci, tetapi bisa ditingkatkan hingga menjadi air yang layak minum langsung (potable water) bagi warga,” pungkasnya.

Melalui inisiatif ini, PNP menegaskan komitmennya untuk menjadi institusi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademis, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat Kota Padang.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.