Padang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat mendorong ekonomi kreatif sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, meyakini kreativitas dan inovasi masyarakat menjadi kekuatan baru untuk meningkatkan kesejahteraan.
Hal ini disampaikan Muhidi saat sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif di Padang Timur.
Sumatera Barat memiliki potensi besar di sektor kuliner, fesyen, kriya, musik, dan ekonomi digital.
Namun, potensi tersebut belum optimal karena keterbatasan akses, promosi, dan kolaborasi.
“Ekonomi kreatif bukan hanya tentang produk, tapi tentang ide dan inovasi,” tegas Muhidi.
Ia menekankan pentingnya memasarkan kreativitas lokal ke pasar nasional dan internasional.
Muhidi juga mendorong pelaku ekonomi kreatif, terutama generasi muda, untuk beradaptasi dengan teknologi digital.
Pemanfaatan media sosial dan marketplace dinilai dapat mempercepat pengenalan produk lokal.
DPRD berkomitmen mendukung kebijakan yang membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif, termasuk pendanaan, pelatihan, dan kemudahan akses promosi.
Salah seorang peserta sosialisasi, Yanti, mengaku termotivasi untuk berinovasi setelah mengikuti acara tersebut.












