Padang – Kekalahan Persija Jakarta atas Semen Padang FC dengan skor 1-0 pada pertandingan yang berlangsung di Stadion H. Agus Salim, Senin (22/12/2025), memicu sorotan terhadap kepemimpinan wasit. Pertandingan tersebut diwarnai dengan tujuh kartu kuning dan dua kartu merah yang diberikan kepada pemain Persija, serta satu gol yang dianulir melalui VAR.
Souza, pelatih Persija Jakarta, menyampaikan kekecewaannya atas serangkaian keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya. Meskipun demikian, ia memilih untuk tidak mengomentari secara langsung kinerja wasit Steven Yubel Poli yang memimpin pertandingan tersebut.
“Saya tidak ingin berbicara lagi mengenai wasit,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa dirinya telah berulang kali menyoroti kualitas kepemimpinan wasit sejak pertama kali bertugas di Indonesia. “Saya sudah sering membahas tentang kualitas kepemimpinan wasit sejak saya datang kesini. Sekarang saya tidak mau komentar soal wasit lagi.”
Souza menyerahkan penilaian terhadap kualitas wasit di liga Indonesia kepada publik dan media. Ia berpendapat bahwa media memiliki peran penting dalam mengulas dan memberikan penilaian terhadap kinerja wasit.
“Seharusnya yang membicarakan hal ini adalah media dan wartawan karena kalian punya kewenangan membahas hal itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Souza menyoroti dampak dari kehilangan pemain sejak babak pertama terhadap performa timnya. Ia mengakui bahwa timnya tidak mampu menunjukkan performa terbaiknya dalam pertandingan tersebut.
“Pada babak pertama, kami lebih dominan, namun permainan kami jauh dari standar yang biasa kami tampilkan. Tidak ada kreativitas dan pemain tidak menjalankan rencana permainan seperti yang diminta,” pungkasnya. Figo Dennis dan Fabio Calonego adalah pemain yang mendapatkan kartu merah. Gol Maxwell Souza dianulir setelah wasit menilai terjadi pelanggaran sebelumnya.











