Padang – Dewan Pendidikan (DP) Sumatera Barat merespons kekhawatiran akan potensi penyebaran perilaku LGBT di kalangan siswa SMA dengan menjanjikan sistem pengamanan sekolah. Respons ini muncul setelah pertemuan antara DP Sumbar dan Kepala SMA N 8 Padang, Berry Devanda, pada Selasa (22/12) lalu.

Pertemuan yang awalnya diagendakan untuk meninjau dampak banjir bandang di beberapa SMA di Kota Padang, justru diwarnai diskusi mendalam mengenai isu LGBT. Devanda menyampaikan kekhawatirannya terkait potensi ancaman LGBT yang menyasar siswa. “Ya, saya khawatir ancaman LGBT ini memakan korban siswa, karena itu kita harus mewaspadainya,” ungkapnya.

Kekhawatiran tersebut dipicu oleh terungkapnya kasus seorang guru dan mantan murid SMA Negeri 11 Padang yang terlibat dalam hubungan sesama jenis. Menanggapi hal ini, Devanda menyatakan bahwa isu LGBT sebagai predator yang merusak jiwa anak-anak harus menjadi perhatian serius bersama. “Ya tentang LGBT sebagai predator yang merusak jiwa anak anak ini harus menjadi perhatin serius kita bersama,” ujarnya.

Menurut Devanda, kasus tersebut bukan hanya menjadi masalah bagi sekolah yang bersangkutan, melainkan ancaman bagi seluruh peserta didik. “Ini ancaman untuk peserta didik kita secara keseluruhan, kita harus melakukan sesuatu untuk menghentikan berkembangnya LGBT ini di sekolah sekolah,” tegasnya.

Meskipun mengklaim belum menemukan kasus serupa di sekolahnya, Devanda mengaku tetap melakukan pemantauan. “Alhamdulillah disekolah saya sejuah ini tidak ada, tapi tetap kami pantau,” katanya. Ia juga menceritakan pengalamannya menolak seorang guru yang ingin pindah ke sekolahnya karena mencurigai adanya indikasi perilaku menyimpang. “Saya lihat dia bawa teman laki laki, rambut pirang, pembawaannya kurang lazim, ya saya tolak saja, eh tak lama terdengar desas desus dia ketahuan homo,” jelasnya.

Devanda mengusulkan agar Indonesia mengadopsi sistem yang diterapkan di Australia, di mana surat bebas LGBT dan narkoba menjadi syarat untuk bekerja. “Di Australia, untuk kerja kuli saja harus pakai surat keterangan tidak ada catatan kriminal, narkoba dan LGBT, bagaimana kalau itu kita adopsi?” tanyanya.

Menanggapi usulan tersebut, Suindra dari DP Sumbar menyatakan respons positif. “Insya Allah masukan Berry akan kami tindak lanjuti, DP bisa rekomendasi Dinas Pendidikan untuk membangun sistem jaring pengamanan sekolah dari semua perbuatan maksiat termasuk LGBT,” pungkasnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.