Padang Pariaman – SMA N 11 Batang Anai tengah berupaya bangkit pasca-banjir hidrometeorologi yang menerjang pada 27 November lalu, dengan fokus utama pada pengajuan relokasi sekolah. Usulan ini mengemuka saat kunjungan Dewan Pendidikan ke sekolah tersebut.

Kepala SMA N 11 Batang Anai, Zuibaida, menuturkan perjuangan para guru dalam membersihkan sekolah. “Tebal lumpur hampir 1 meter,” ujarnya, “selama 2 minggu 7 ekskavator nonstop bekerja membersihkan, berkubang-kubang kami waktu itu, sekarang ini sudah bersih.” Ia menambahkan bahwa guru-guru bahkan mencuci gorden dengan selang air.

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah anggota Dewan Pendidikan hadir, termasuk Alforki, Suindra, Yeni Putri, M.Khudri, dan ketua Dewan, Rahmawati. Zuibaida menceritakan momen mencekam saat banjir datang. “Saya dan guru-guru datang, air sudah 1 meter lebih, tak berani saya masuk,” ungkapnya. Ia melanjutkan, “untung ada pemuda di sini membantu, saya minta selamatkan ijazah siswa.”

Berkat bantuan pemuda setempat, sekitar 50 ijazah siswa yang belum diserahkan berhasil diselamatkan. “Pemuda di sini didampingi oleh pegawai sekolah menggunakan perahu boat, berhasil masuk ruang kantor dengan menjebol jendela kantor ini,” jelas Zuibaida, sembari menunjuk jendela yang dimaksud.

Meskipun kerusakan yang lebih parah dapat dihindari, hampir seluruh perabotan sekolah, termasuk lemari, buku pustaka, komputer, dan ruang belajar, terendam air berlumpur. “Halaman sekolah dan ruang di antara lokal ini dipenuhi lumpur,” kata Zuibaida, “14 hari ekskavator membersihkan, sementara guru-guru dan murid serta masyarakat juga membersihkan semua yang bisa dibersihkan.”

Meski kondisi belum sepenuhnya pulih, ujian tetap dilaksanakan. “Sebanyak 4 kelas anak-anak kami sebagian ujian di asrama haji,” tutur Zuibaida.

Zuibaida menjelaskan bahwa lokasi SMA N 11 Batang Anai memang rentan terhadap banjir. “Setiap hujan, air menggenangi halaman sekolah,” katanya, “tapi banjir yang kemarin adalah yang terbesar.”

Menanggapi kondisi ini, Zuibaida meminta dukungan Dewan Pendidikan untuk relokasi sekolah. “Kami telah usulkan untuk relokasi, mohon dukungan Dewan Pendidikan, tak nyaman rasanya di bawah ancaman banjir terus menerus,” pintanya.

Zuibaida meyakinkan bahwa lokasi pembangunan sekolah baru telah tersedia di dekat Stadion Sepakbola Sumbar di Nagari Sikabu, Padang Pariaman. “Ada di sana 4 hektar, tanah itu sudah milik pemerintah, bisa digunakan untuk gedung baru,” jelasnya.

Menanggapi usulan tersebut, anggota Dewan Pendidikan, M.Khudri, menyarankan agar pihak sekolah segera menyiapkan bahan-bahan usulan, termasuk surat-surat tanah untuk gedung baru. Sementara itu, Suindra, yang membidangi peningkatan mutu, memotivasi para guru untuk tetap bersemangat mempertahankan prestasi yang telah diraih. “Pertahankan predikat guru berprestasi itu, jadikan musibah ini untuk memacu semangat untuk bangkit,” pesan Suindra.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.