Aceh – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaporkan 12 jembatan di Provinsi Aceh telah kembali berfungsi dengan struktur darurat. Langkah ini diambil untuk memulihkan konektivitas wilayah pasca-banjir besar di Sumatera.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa menjaga konektivitas adalah prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana. Menurutnya, jalan dan jembatan memiliki peran strategis sebagai penggerak utama aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.
“Dalam kondisi bencana yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” kata Dody, Kamis, 1 Januari 2026.
Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di Aceh terus berupaya memperbaiki jembatan nasional yang terputus akibat banjir bandang. Dari 16 jembatan yang ditangani, sebanyak 12 di antaranya kini fungsional di lokasi eksisting, meskipun masih menggunakan struktur darurat.
Berbagai metode tanggap darurat diterapkan, mulai dari pemasangan Jembatan Bailey hingga pemanfaatan jalan alternatif. Pendekatan ini memastikan akses tetap berfungsi sambil menunggu penanganan jembatan secara permanen.
Dua belas jembatan nasional yang sudah kembali berfungsi secara darurat antara lain:
Jembatan Kreung Tingkeum di Kota Bireuen (ruas Batas Bireuen-Aceh Utara). Jembatan Bailey sepanjang 63 meter telah terpasang dan berfungsi sejak 27 Desember 2025. Sebelumnya, jalur alternatif Awe Geutah telah difungsikan pada 18 Desember 2025.
Jembatan Alue Kulus di ruas Batas Bireuen-Bener Meriah-Aceh Tengah. Penanganan darurat dilakukan dengan penimbunan setengah badan jalan, membuatnya berfungsi sejak 18 Desember 2025.
Jembatan Kreung Rongka di ruas Batas Bireuen-Bener Meriah-Aceh Tengah. Penanganan melibatkan penimbunan dan pemasangan box culvert, berfungsi sejak 21 Desember 2025.
Jembatan Weihni Lampahan, sebuah box culvert beton bertulang di ruas Bireuen-Bener Meriah-Aceh Tengah. Penanganan darurat berupa penimbunan oprit membuat jembatan ini berfungsi sejak 19 Desember 2025.
Jembatan Wehni Rongka, jembatan rangka baja sepanjang 35 meter di ruas Bireuen-Bener Meriah-Aceh Tengah. Jalur detour dengan timbunan dan box culvert di samping jembatan eksisting telah membuatnya dapat dilalui sejak 24 Desember 2025.
Jembatan Timang Gajah di ruas Batas Bireuen-Bener Meriah-Aceh Tengah. Jalur detour menggunakan timbunan, pelat baja, dan kayu telah memulihkan akses sejak 24 Desember 2025.
Enam lokasi jembatan lainnya yang juga telah dapat dilalui secara darurat meliputi Jembatan Kreung Meureudu, Jembatan Simamora II, Jembatan Lawe Mengkudu I, Jembatan Lawe Penanggalan, Jembatan Krueng Pelang, dan Jembatan Teupin Mane.












