Jakarta – Pemerintah mengintensifkan penyaluran bantuan sosial (bansos) sebagai langkah strategis menjaga stabilitas ekonomi masyarakat menjelang Ramadan. Data dari Kementerian Sosial (Kemensos) menunjukkan bahwa realisasi penyaluran bansos reguler untuk triwulan pertama 2026 telah mencapai 90 persen di seluruh Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa proses penyaluran bansos reguler terus dipacu hingga memasuki bulan Ramadan. “Alhamdulillah proses penyaluran bansos reguler terus berjalan dan sekarang sudah lebih dari 90 persen secara nasional, untuk Program Keluarga Harapan (PKH) maupun untuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau bantuan sembako,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Minggu (1/3).
Bantuan sosial ini mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau bantuan sembako, yang disalurkan kepada jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) di berbagai wilayah Indonesia. Program ini merupakan bagian integral dari upaya perlindungan sosial yang secara rutin ditingkatkan setiap tahun menjelang Ramadan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Selain bansos reguler, Kemensos juga aktif menyalurkan bansos adaptif atau kebencanaan di wilayah-wilayah yang terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Untuk ketiga provinsi tersebut, Kemensos telah menyalurkan bansos PKH dan sembako kepada 1.763.038 keluarga penerima manfaat dengan total anggaran mencapai Rp 1,8 triliun.
Kemensos juga memberikan bantuan jaminan hidup kepada 175.211 penerima manfaat sebesar Rp450 ribu per orang selama tiga bulan, dengan total anggaran lebih dari Rp238 miliar. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera. “Nilainya Rp 238 miliar lebih, ini sudah mulai proses salur, karena tentu penerima manfaatnya sudah terverifikasi. Mulai dari usulan pemerintah daerah dan ditandatangani oleh Mendagri sebagai Ketua Satgas Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi. Lalu kita mulai salurkan secara bertahap melalui PT POS maupun juga BSI,” jelas Saifullah.
Bantuan lain yang disalurkan adalah isian rumah bagi lebih dari 47 ribu KPM dengan nilai lebih dari Rp 143 miliar, di mana setiap keluarga menerima Rp 3 juta.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan tambahan sebagai stimulus ekonomi selama bulan Ramadan 2026. “Bantuan pangan untuk memperluas daya beli dan memperkuat dari sisi demand side, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan,” ungkapnya melalui kanal YouTube resmi Kemenko Perekonomian.











