Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berupaya memantapkan langkah menuju Asian Games Nagoya 2026 dengan fokus pada peningkatan kualitas atlet. Setelah meraih kesuksesan di SEA Games Thailand 2025, Kemenpora kini menyusun strategi untuk memastikan atlet Indonesia dapat bersaing secara kompetitif di tingkat Asia.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan menerapkan sistem klasifikasi atlet yang terstruktur. Sistem ini akan membagi atlet ke dalam tiga kategori, yaitu super elit, elit, dan potensial. Pembagian ini diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat untuk pembinaan dan regenerasi atlet yang terukur dan berkelanjutan.
Perwakilan Kemenpora menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk menghindari pengiriman atlet yang bersifat spekulatif. “Kami di Kemenpora mulai mempolakan pengiriman atlet ke depan. Tidak hanya super elit, elit, dan masa depan,” ujarnya.
Kemenpora menargetkan perolehan medali emas yang konsisten di berbagai ajang internasional. Klasifikasi atlet ini juga bertujuan untuk memastikan proses regenerasi berjalan dengan baik. “Regenerasi itu harus ada, tetapi pemikirannya bahwa kami tidak mengirim lagi atlet coba-coba. Kami mengirim atlet yang terbaik dan targetnya emas,” imbuhnya.
Dengan adanya sistem yang terencana dalam jangka menengah dan panjang, Kemenpora berharap pengiriman kontingen Merah Putih ke ajang internasional akan menjadi lebih efisien dan efektif.
Dengan modal peringkat kedua di SEA Games 2025 dan program regenerasi yang sedang berjalan, Kemenpora optimis Indonesia dapat bersaing secara kompetitif dan mencapai hasil yang optimal di Asian Games mendatang. Keberhasilan meraih 333 medali di SEA Games Thailand 2025 menjadi modal berharga untuk terus meningkatkan prestasi atlet Indonesia di kancah internasional.










