Padang – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) optimistis angka stunting di Sumatera Barat dapat ditekan. Optimisme ini didorong oleh kerja sama yang baik dengan berbagai pihak.

Keyakinan tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Bonivasius Prasetya Icthiarto, saat memberikan sambutan pada penguatan program kampung keluarga berkualitas (KB) di Kampung KB Baringin Sakti, Kamis (11/9).

Bonivasius mengapresiasi gotong royong warga dalam mewujudkan keberhasilan Kampung KB. Ia menilai keberhasilan program ini didukung kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah dan swasta.

“Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong warga di sini untuk mewujudkan keberhasilan Kampung KB seperti saat ini,” ujarnya.

Meskipun anggaran banyak ditarik ke pusat, Bonivasius memastikan dana tersebut akan dikembalikan melalui program-program pemerintah. Salah satunya adalah program makan bergizi gratis yang diperluas untuk ibu hamil, balita, dan batita.

Kemendukbangga/BKKBN juga menggagas program quick win bernama GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Program ini mengajak masyarakat bergotong royong mewujudkan generasi sehat, cerdas, kuat, dan bebas stunting.

GENTING melibatkan individu, kelompok, perusahaan, dan pemerintah daerah sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Bonivasius mengapresiasi keterlibatan lembaga perbankan, perguruan tinggi, dan lainnya dalam kolaborasi ini.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengapresiasi kekompakan warga Padang dalam mengatasi stunting. Ia berterima kasih atas keterlibatan berbagai pihak sebagai orang tua asuh.

Maigus juga menyampaikan apresiasi atas bantuan mahasiswa KKN UNP dalam membangun kampung KB di Kelurahan Kota Baru Nan XX. Ia berharap program KKN UNP dapat terus berlanjut di wilayah tersebut.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.