Pariaman – Pihak kepolisian Resor Pariaman menyoroti perlunya sinergi antar lembaga dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas yang meningkat di wilayah hukumnya. Data menunjukkan peningkatan kasus kecelakaan sebesar 10% pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pariaman, A. Riadi, menyampaikan keprihatinannya atas tren tersebut. “Kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Pariaman mengalami peningkatan di tahun 2025 dibandingkan tahun lalu. Peningkatannya mencapai 10 %,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Rabu.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2024 tercatat 168 kasus kecelakaan, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi 188 kasus. Meskipun jumlah korban meninggal dunia menurun dari 18 orang (2024) menjadi 14 orang (2025), jumlah korban luka berat meningkat signifikan dari 2 menjadi 15 orang, dan luka ringan dari 323 menjadi 372 orang. Kerugian materiil juga mengalami lonjakan, dari Rp 255.750.000 pada tahun 2024 menjadi Rp 404.100.000 pada tahun 2025.
A. Riadi menyoroti kelalaian pengendara dan pejalan kaki sebagai faktor utama penyebab kecelakaan. “Kasus ataupun kejadian ini, timbul dari kelalaian pengendara sepeda motor atau mobil, begitupun masyarakat pejalan kaki,” jelasnya. Pihak kepolisian telah berupaya memberikan edukasi tentang keselamatan berkendara kepada masyarakat.
Selain faktor manusia, kondisi cuaca ekstrem juga turut berkontribusi terhadap peningkatan angka kecelakaan. “Angka kecelakaan ini juga bisa muncul akibat dari hujan yang lebat sehingga menggenangi badan jalan dan tanah longsor yang menimbun badan jalan,” imbuhnya.
Untuk mengatasi permasalahan ini, A. Riadi menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak terkait. “Untuk meminimalisir kasus kecelakaan ini, sangat perlu kolaborasi semua stakeholder,” tegasnya. Ia menyebutkan peran Dinas Pekerjaan Umum terkait kondisi jalan, Dinas Perhubungan terkait rambu lalu lintas, Dinas Kesehatan terkait penanganan korban kecelakaan, dan Jasa Raharja terkait klaim asuransi. Perbaikan infrastruktur jalan dan pemasangan rambu lalu lintas yang memadai menjadi prioritas utama.










