Padang – Kebijakan fiskal berdampak signifikan pada ketahanan pangan di Sumatera Barat, namun efektivitasnya berbeda antar wilayah.

Penelitian terbaru mengungkap, Dana Alokasi Khusus non-fisik (DAKnf) berkontribusi positif terhadap ketahanan pangan.

Sementara itu, belanja modal belum menunjukkan dampak langsung.

Studi yang menganalisis data panel 2019-2024 ini, menggabungkan data kuantitatif dari BPS dan data fiskal daerah.

Penelitian juga melibatkan wawancara dan Focus Group Discussion (FGD).

Hasil penelitian menunjukkan, daerah perkotaan seperti Padang, Bukittinggi, dan Solok memiliki indeks ketahanan pangan lebih tinggi.

Kondisi ini berbeda dengan Kepulauan Mentawai dan Pasaman Barat.

Perbedaan ini dipengaruhi kemampuan fiskal daerah dan efektivitas pengelolaan anggaran.

Penelitian merekomendasikan perumusan kebijakan daerah yang adaptif dan berkelanjutan.

Tujuannya, memperkuat sistem pangan lokal, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mewujudkan kemandirian pangan di Sumatera Barat.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.