Crans-Montana, Swiss – Sekitar 40 orang tewas dan 115 lainnya mengalami luka serius setelah kebakaran melanda bar “Le Constellation” di resor ski Crans-Montana, Swiss selatan pada Kamis, 1 Januari dini hari. Peristiwa tragis ini, yang terjadi kurang dari dua jam setelah perayaan Tahun Baru, kini diselidiki polisi kanton Valais sebagai salah satu bencana terburuk di negara itu.

Kebakaran mengubah perayaan meriah di resor Alpen tersebut menjadi kehancuran. Otoritas Swiss segera membuka penyelidikan kriminal, sementara layanan darurat dari seluruh negeri dimobilisasi untuk merawat para korban luka bakar dan menghirup asap.

Presiden Swiss Guy Parmelin dalam konferensi pers sore harinya menyebut insiden mematikan itu sebagai “salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami negara kami.” Ia menyoroti bahwa banyak korban adalah anak muda.

Komandan polisi Valais, Frédéric Gisler, mengonfirmasi jumlah korban dan menyatakan prioritas utama dalam beberapa hari ke depan adalah mengidentifikasi jenazah agar dapat segera dikembalikan kepada keluarga. Gisler menambahkan, para korban kemungkinan berasal dari berbagai negara.

Menurut polisi, api mulai berkobar sekitar pukul 01.30 di dalam bar yang penuh sesak. Saksi mata menuturkan bahwa lilin yang menyala di dalam bar mungkin menjadi pemicu kobaran api, yang dengan cepat menyebar dan menyebabkan langit-langit kayu runtuh.

Saat asap dan api menyelimuti klub malam bawah tanah, kepanikan pecah. Orang-orang berdesakan menuju tangga sempit dan pintu keluar. Beberapa korban lain bahkan memecahkan jendela untuk menyelamatkan diri.

Rumah sakit di seluruh Swiss dengan cepat kewalahan. Korban luka-luka dibawa ke fasilitas medis di Sion, Lausanne, Bern, Jenewa, dan Zurich. Di Sion saja, 60 orang dirawat, sementara Lausanne merawat 22 pasien dan Zurich menerima lebih dari belasan korban luka bakar.

Negara-negara tetangga seperti Prancis, Jerman, dan Italia turut menawarkan bantuan untuk menerima pasien dengan luka bakar serius. Mathias Reynard, kepala pemerintahan kanton Valais, mengatakan unit perawatan intensif dan ruang operasi di rumah sakit regional dengan cepat mencapai kapasitas penuh. Pihak berwenang mendesak masyarakat untuk berhati-hati dalam beberapa hari mendatang guna menghindari tekanan lebih lanjut pada layanan medis.

Para penyelidik menyatakan masih terlalu dini untuk menentukan penyebab pasti kebakaran, namun mereka telah mengesampingkan kemungkinan serangan. Jaksa Agung kanton Valais, Beatrice Pilloud, menuturkan bahwa para ahli belum dapat memasuki reruntuhan. Pejabat mendeskripsikan insiden itu sebagai “embrasement généralisé,” istilah yang merujuk pada penyalaan gas mudah terbakar secara tiba-tiba dan hebat, mirip dengan flashover.

Kementerian Luar Negeri Prancis melaporkan delapan warga negaranya hilang dan tidak menampik kemungkinan bahwa warga Prancis termasuk di antara korban tewas. Otoritas Swiss terus menjalin komunikasi dengan keluarga korban dan memberikan pembaruan secara langsung.

Crans-Montana merupakan resor ski dan golf yang terkenal secara internasional, serta menjadi lokasi rutin ajang Piala Dunia. Kota ini berjarak kurang dari lima kilometer dari Sierre, tempat kecelakaan bus pada tahun 2012 menewaskan 28 orang, banyak di antaranya anak-anak.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.