Padang – Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat adanya lonjakan kasus HIV/AIDS sepanjang Januari hingga September 2025. Sebanyak 192 kasus baru ditemukan, menandakan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Kota Padang, total kasus HIV/AIDS hingga September 2025 mencapai 1.834 kasus. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 1.642 kasus.
Diterangkan bahwa dari 192 kasus baru tersebut, mayoritas penderita adalah laki-laki. “Dari jumlah tersebut, sebagian besar penderita adalah laki-laki dengan 173 kasus,” terangnya. Sementara itu, penderita perempuan tercatat sebanyak 19 orang.
Sosiolog Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Erianjoni, berpendapat bahwa peningkatan kasus ini disebabkan oleh kurangnya edukasi dan kesadaran masyarakat tentang HIV/AIDS, serta minimnya kepedulian sosial terhadap bahaya penyakit tersebut. Jumat (27/6/2025).
“Faktor gaya hidup berisiko seperti seks bebas dan penggunaan narkoba suntik masih menjadi penyumbang terbesar. Ditambah lagi minimnya akses informasi dan layanan kesehatan yang belum sepenuhnya menjangkau kelompok rentan,” jelasnya.
Erianjoni menekankan pentingnya sinergitas lintas sektor oleh Pemerintah Kota Padang untuk menekan laju penyebaran HIV/AIDS. Sinergitas tersebut melibatkan dinas kesehatan, dinas sosial, hingga komunitas masyarakat. Jumat (27/6/2025).
“Sinergitas ini penting agar populasi kunci bisa lebih mudah mengakses layanan kesehatan, baik bagi yang sudah terpapar maupun yang belum,” jelasnya lebih lanjut.
Lebih jauh, Erianjoni menyoroti perilaku LGBT, khususnya hubungan sesama jenis antar pria, sebagai salah satu faktor utama penyebaran HIV/AIDS di Kota Padang. Ia juga mengingatkan bahwa fenomena ini mulai menyasar kalangan pelajar.
“Tidak bisa dipungkiri, perilaku LGBT menjadi pemicu HIV/AIDS. Ini sangat mengkhawatirkan, apalagi sudah masuk ke lingkungan remaja dan pelajar. Oleh karena itu, peran serta niniak mamak, cadiak pandai, dan ulama sangat dibutuhkan untuk mencegah perilaku menyimpang yang berpotensi memicu penyebaran HIV/AIDS,” tegasnya pada Jumat (27/6/2025).











