Padang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Sumatera Barat (Sumbar) hingga pertengahan 2025. Luas lahan yang terbakar mencapai 1.119,37 hektar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar mencatat, ribuan hektar lahan yang terbakar tersebar di 11 kabupaten dan kota. Data ini diperoleh dari Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi) Kementerian Kehutanan RI.

“Karhutla terbesar terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota seluas 886,87 hektar dan Kabupaten Sijunjung 108,5 hektar,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy.

BPBD bersama BMKG telah melakukan operasi modifikasi cuaca untuk membuat hujan buatan. Operasi ini difokuskan di daerah dengan titik api terbanyak.

Rudy menjelaskan, modifikasi cuaca menunjukkan hasil signifikan. “Jumlah karhutla di Sumbar sudah mendekati nol kejadian, terutama di Limapuluh Kota dan Kabupaten Solok,” ujarnya.

Meski demikian, BPBD melaporkan sejumlah titik api baru-baru ini.

Di Kabupaten Solok, 14 hektare lahan terbakar pada Minggu (3/8) di empat kecamatan. Kemudian, di Tanah Datar, karhutla terjadi di Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan dengan luas 2 hektare. Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada hari yang sama.

Kabupaten Pasaman juga mengalami karhutla seluas 200 hektare di Nagari Lubuak Layang, Kecamatan Rao Selatan. BPBD Pasaman bersama instansi terkait melakukan pemantauan untuk mencegah kebakaran meluas.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.