Bantul – Kekalahan Semen Padang FC atas PSIM Yogyakarta dalam laga lanjutan BRI Super League, Minggu (4/1/2026), diwarnai sorotan tajam terhadap kepemimpinan wasit. Pertandingan yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan tuan rumah melalui gol penalti Jose Pedro Magalhaes Valente itu, memicu kekecewaan mendalam dari kubu tim tamu.
Pelatih kepala Semen Padang FC, Dejan Antonic, mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap serangkaian keputusan wasit Ko Hyunjing yang dianggap merugikan timnya. Ia bahkan mengaku tidak lagi memperdulikan hasil akhir pertandingan akibat kekecewaan tersebut.
“Kalau timnya lebih bagus tidak masalah, tim lawan lebih bagus kita shake hand (salaman), tapi kalau seperti ini tidak membantu PSIM dan sepak bola Indonesia, kenapa sepak bola kita seperti ini,” ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan.
Antonic menyoroti pemberian penalti kepada PSIM Yogyakarta sebagai salah satu keputusan kontroversial. Menurutnya, wasit mengambil keputusan tanpa melakukan verifikasi melalui VAR yang saat itu mengalami kendala teknis.
“Menit awal sampai menit 15 an var tidak jalan, setelahnya baru berfungsi. Dia buat keputusan sendiri, ini tidak logic,” jelasnya.
Dengan nada kecewa, Antonic berharap Ko Hyunjing tidak lagi bertugas dalam pertandingan di Indonesia. Ia merasa timnya telah dirugikan oleh kepemimpinan wasit yang dinilai tidak adil.
“Semoga dia tidak datang lagi, semoga tidak datang lagi di Indonesia. Laga ini kita buat tim dari pemain yang ada bukan yang kita mau karena banyak yang absen, tapi dia datang dan bunuh kita dari belakang. Saya sakit hati,” tuturnya.
Antonic menekankan pentingnya menjaga kualitas pertandingan demi kemajuan sepak bola Indonesia. Ia berpendapat bahwa peningkatan kualitas liga lokal akan berdampak positif pada performa tim nasional.
“Kita harus perbaiki semuanya, kalau kita mau berubah timnas kita pun akan lebih bagus,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kritiknya terhadap kinerja wasit bukan semata-mata bentuk protes atas kekalahan timnya, melainkan sebagai upaya untuk mencegah kejadian serupa terulang di pertandingan-pertandingan mendatang.
“Kalau orang bilang Dejan protes, NO. saya hanya mau kedepannya jangan seperti ini. Ini contoh buruk,” tegasnya.
Antonic menambahkan bahwa Semen Padang FC akan terus berjuang untuk meraih poin di setiap pertandingan demi keluar dari zona degradasi. “Saya tidak minta apapun, cuman fairplay,” pungkasnya.












