Sawahlunto – Kementerian Agama (Kemenag) Sawahlunto menyoroti kasus bunuh diri di lingkungan pendidikan dan menekankan pentingnya pemahaman agama serta penguatan spiritualitas.

Pencegahan kasus bunuh diri di kalangan pelajar menjadi fokus utama Kemenag Sawahlunto.

Kepala Kantor Kemenag Sawahlunto menyampaikan hal ini saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kota Sawahlunto.

Kemenag Sawahlunto menyarankan penguatan peran guru Bimbingan Konseling (BK) melalui pojok konseling, konseling teman sebaya, kunjungan rumah, dan bimbingan daring.

Pengawasan di sekolah juga didorong melalui pemasangan CCTV, di mana saat ini sekitar 30 persen ruang kelas madrasah telah dilengkapi.

Selain itu, Kemenag Sawahlunto menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menekankan kasih sayang dalam proses belajar mengajar dan hubungan batin antara guru, siswa, dan orang tua.

Rapat tersebut turut dihadiri unsur kepolisian, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika, kepala sekolah, wali kelas, dan guru BK.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.