Pathum Thani – Mimpi I Made Sastra Dharma, judoka Indonesia, untuk menyumbangkan emas bagi Indonesia akhirnya terwujud di debutnya pada SEA Games 2025 Thailand. Ia menjadi yang terbaik di kelas 81–90 kilogram putra.

“Perasaan saya sangat bangga, bersyukur, dan sangat bahagia sekali akhirnya bisa menyumbangkan emas untuk Indonesia pada SEA Games pertama saya,” kata Dharma usai pertandingan di Auditorium Rajamangala University of Technology Thanyaburi, Sabtu (1/6/2024).

Pencapaian ini menjadi puncak dari perjalanan panjang Dharma menekuni judo sejak kelas tiga sekolah dasar, sekitar 17 tahun lalu. Ia baru bergabung dengan pelatnas pada 2024.

Judoka asal Bali itu mengungkapkan persiapan menuju SEA Games berlangsung panjang dan terstruktur, termasuk pemusatan latihan di Jepang dengan dukungan program latihan, pelatih, dan fasilitas yang memadai.

“Persiapan kami panjang dan bagus, sangat mendukung performa saya yang baru sekitar dua tahun masuk pelatnas,” kata Dharma.

Setelah SEA Games 2025, Dharma berencana menjalani masa pemulihan sebelum menunggu pemanggilan kembali ke tim nasional untuk agenda berikutnya. Ke depan, ia menargetkan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya sebagai sasaran terdekat, sebelum membuka peluang menuju Olimpiade.

“Setelah SEA Games ini jenjang berikutnya Asian Games, lalu Olimpiade. Kalau dipercaya tampil, saya akan mematangkan teknik yang belum maksimal dan berusaha lebih baik lagi,” ujarnya.

Dharma tampil gemilang di partai final dengan menaklukkan wakil Thailand Wei Puyang dengan skor 1–0. Sebelumnya, ia juga menyingkirkan atlet Laos Soulisay pada perempat final dan wakil Filipina Rhyan Zarchie Garay di semifinal.

Selain emas dari Dharma, judo Indonesia juga meraih dua medali perak. Gede Ganding Kalbu Soethama meraih perak di kelas 90–100 kilogram putra dan Indah Permatasari di kelas +78 kilogram putri.

Gede Ganding kalah dari wakil Singapura Henric Khua Ka Keng dengan ippon pada final. Indah Permatasari juga takluk dari wakil tuan rumah Thonthan Satjadet dengan ippon di laga puncak.

Tambahan satu emas dan dua perak ini menambah pundi-pundi medali judo Indonesia setelah pada hari sebelumnya juga meraih tiga medali emas. Tiga emas itu dipersembahkan oleh Dinny Febriany di kelas 52–57 kilogram putri, Syerina di kelas 63–70 kilogram putri, dan Muhammad Rizqi Maulana di kelas -55 kilogram putra.

Dewa Kadek Rama Warma Putra juga menyumbangkan satu medali perunggu di kelas 66–73 kilogram putra.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.