Chengdu – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, akan mengevaluasi gaya bermainnya usai tersingkir dari babak 16 besar turnamen China Masters 2025. Jojo, sapaan akrabnya, mengakui kekalahannya dari tunggal Taiwan Lin Chun-Yi dalam pertandingan yang berlangsung di Shenzhen Arena, Kamis, dengan skor 5-21, 20-22.

Jojo menilai, permainan terburu-buru menjadi penyebab kekalahannya. “Saya kurang tenang dan terburu-buru. Dia bisa lebih enjoy menikmati permainan. Ini hal yang mesti saya evaluasi lagi,” kata Jojo.

Pebulu tangkis unggulan kelima ini juga mengungkapkan adanya perubahan skema permainan dari Lin Chun-Yi. Menurut Jojo, Lin Chun-Yi bermain lebih taktis, dengan serangan yang konsisten mematikan ke pojok lapangan serta tempo yang lebih lambat, berbeda dari pertemuan sebelumnya yang cenderung agresif dan cepat.

Kekalahan pemain berusia 28 tahun ini sekaligus menjadi pukulan telak bagi tim Merah Putih. Pasalnya, kini Indonesia tidak menyisakan satu pun wakil di sektor tunggal putra pada turnamen BWF kelas 750 ini.

Saat ini, Indonesia hanya memiliki tiga wakil yang melaju ke babak perempat final China Masters 2025. Mereka adalah Putri Kusuma Wardani dari tunggal putri, serta dua pasangan ganda putra: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Leo Rolly Barnando/Bagas Maulana.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.