Jinan – Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, mengukir sejarah dengan meraih gelar WTA perdananya di WTA 125 Jinan Open 2025. Kemenangan pada Sabtu (18/10) di Jinan Olympic Sports Center ini membawa atlet berusia 23 tahun tersebut menembus peringkat 80 dunia, menjadi yang tertinggi sepanjang kariernya, sekaligus menjadi petenis putri Indonesia pertama yang menjuarai turnamen WTA sektor tunggal setelah lebih dari dua dekade.

Dalam pertandingan final yang ketat, Janice Tjen berhasil mengalahkan petenis Hungaria, Anna Bondar, melalui pertarungan tiga set dengan skor 6-4, 4-6, 6-4. Prestasi ini sangat spesial bagi Janice karena menjadi trofi turnamen WTA pertamanya.

Meski masih berlevel Challenger, gelar ini melengkapi koleksi Janice Tjen yang sebelumnya telah mengumpulkan total 13 gelar ITF. Dengan raihan di Jinan ini, ranking WTA-nya melonjak 18 anak tangga, dari posisi 98 menjadi 80 dunia.

Melalui akun Instagram resminya pada Senin (20/10), Janice Tjen mengungkapkan perasaannya. “Juara WTA 125 Jinan. Setelah menghadapi masa-masa sulit di dalam dan luar lapangan, mengangkat trofi ini membuat semuanya berharga,” tulisnya. Ia menambahkan, “Gelar ini untukmu, Nek,” mempersembahkan keberhasilannya untuk sang nenek.

Pelatih Janice, Chris Bint, juga mengungkapkan rasa bangganya. Ia terkesima dengan kerja keras dan komitmen anak didiknya selama 26 minggu terakhir. “Gelar tunggal WTA pertama untuk Janice Tjen. Sangat bangga dengan komitmenmu terhadap proses ini,” tulis Chris Bint di Instagramnya.

Pelatih asal Britania Raya itu menyoroti karakter pantang menyerah Janice, terutama setelah kekalahan sulit di turnamen sebelumnya, WTA 125 Suzhou. “Disiplin dan kerja keras yang kau curahkan sambil menikmati prosesnya dan bersenang-senang sungguh luar biasa, dan ini menjadi hadiah karenanya,” tambah Bint.

Pencapaian Janice Tjen ini memang mencatatkan sejarah bagi tenis Indonesia. Atlet kelahiran Jakarta itu menjadi petenis Indonesia pertama yang berhasil menjuarai turnamen WTA di sektor tunggal setelah absen selama 23 tahun.

Terakhir kali petenis Merah Putih meraih gelar WTA adalah Angelique Widjaja pada PTT Pathaya Open 2002. Saat itu, Angelique sukses menjuarai turnamen yang merupakan tier lima dari rangkaian WTA setelah mengalahkan Cho Yoon-jeong asal Korea Selatan.

Dengan kemenangannya, Janice Tjen kini menjadi petenis tunggal putri Indonesia ketiga yang mampu keluar sebagai juara dalam turnamen WTA. Selain Angelique Widjaja, legenda tenis Indonesia, Yayuk Basuki, juga pernah menorehkan prestasi serupa dengan meraih enam gelar dari delapan final WTA pada periode 1991 hingga 1997.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.