JAKARTA – Kongres Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Andalas (Unand) terancam perpecahan akibat munculnya dua jadwal kongres yang berbeda.

DPD IKA Unand Jabodetabek mendesak penyelenggaraan kongres DPP IKA Unand dengan satu jadwal tunggal.

Ketua DPD IKA Unand Jabodetabek, Mulyadi Muchtiar, menilai rencana kongres pada 15 November dan 6 Desember 2025 perlu dikaji ulang.

“Dua jadwal kongres dapat memperdalam konflik di antara alumni,” ujar Mulyadi.

Mulyadi menegaskan persatuan alumni harus menjadi prioritas utama. Ia mengajak seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog.

Ia berharap organisasi alumni di lingkungan Unand tidak terburu-buru menentukan sikap.

“Kami minta semua pihak menunggu keputusan kongres dengan jadwal tunggal,” tegasnya.

Langkah ini penting agar IKA Unand terhindar dari dualisme.

Mulyadi menyerukan agar pihak yang berselisih membuka ruang komunikasi demi menjaga marwah dan kebersamaan alumni Unand.

DPD IKA Unand Jabodetabek menekankan pentingnya kongres yang inklusif dan transparan.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.