Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan masih akan mengguyur sebagian wilayah Jakarta dan kota lain di sekitarnya, meskipun cuaca panas sedang dominan. Hujan yang berpotensi disertai petir dan angin kencang ini kemungkinan terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota Tangerang Selatan, Kota Depok, serta Kabupaten Bogor pada siang hingga sore hari ini, Jumat, 17 Oktober 2025.
Menurut prediksi cuaca terbaru dari BMKG, langit wilayah Jabodetabek pada dini hari tadi, antara pukul 01.00 hingga 07.00 WIB, cenderung cerah atau berawan tebal. Tingkat kelembapan udara bervariasi antara 54-94 persen, dengan laju angin tertinggi mencapai 18 kilometer per jam.
Memasuki pagi hari, sejak pukul 07.00 WIB hingga menjelang tengah hari, mayoritas area Jakarta dan sekitarnya diperkirakan cerah berawan. Namun, ada potensi hujan ringan di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, serta Kabupaten Bekasi.
Meski suhu siang hari terasa terik, BMKG tetap mendeteksi potensi hujan pada sore hari hingga pukul 19.00 WIB. Hujan ringan diprediksi turun di sebagian wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, serta wilayah Bogor. Sementara itu, potensi hujan kategori sedang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.
Suhu udara di sebagian wilayah Jabodetabek diprediksi berkisar antara 24 hingga 32 derajat Celcius. Suhu maksimum harian di Ibu Kota masih dinamis, mengingat sempat mencapai 34-35 derajat Celcius selama beberapa hari terakhir. Suhu di Bogor sedikit lebih rendah dibandingkan wilayah lain di Jabodetabek, yakni berkisar 18-31 derajat Celcius.
BMKG sebelumnya telah menyampaikan bahwa cuaca panas kemungkinan akan bertahan hingga awal November. Suhu maksimum harian bahkan bisa menembus 37 derajat Celcius di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Pulau Jawa. Penyebab utama suhu panas ini adalah posisi gerak semu matahari yang pada Oktober ini berada di selatan ekuator.
Faktor lain pemicu suhu panas adalah penguatan angin timur atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan hangat. Fenomena ini mengurangi intensitas pembentukan awan, sehingga radiasi matahari langsung mencapai permukaan. Meski demikian, potensi hujan lokal pada sore dan malam hari tetap ada, karena masih terdapat faktor-faktor pembentuk awan hujan.











