Jakarta – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kesiapannya memberikan bantuan untuk penanganan bencana di sejumlah wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyampaikan duka mendalam atas banjir dan tanah longsor yang melanda Indonesia, Sri Lanka, Thailand, dan Malaysia.

Juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, dalam siaran pers yang diterima, Selasa (2 Desember), menyatakan PBB terus berkomunikasi dengan otoritas di keempat negara dan siap mendukung upaya bantuan dan tanggap darurat. Tim PBB di masing-masing negara siap memberikan bantuan yang diperlukan.

Meski demikian, pemerintah Indonesia menyatakan belum membutuhkan bantuan asing untuk penanganan bencana di Sumatera. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah masih sanggup mengatasi seluruh masalah bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kami merasa bahwa pemerintah, semua masih sanggup untuk mengatasi seluruh permasalahan yang kami hadapi,” kata Prasetyo di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3 Desember 2025).

Prasetyo menambahkan, banyak negara yang menawarkan bantuan, namun pemerintah merasa stok pangan dan BBM yang dimiliki masih mencukupi. Pemerintah, menurutnya, siap melakukan dropping dari udara jika diperlukan. Alokasi dana siap pakai dalam APBN sebesar Rp 500 miliar dinilai cukup untuk mendanai penanganan bencana.

Malaysia Kirim Bantuan Obat-obatan ke Aceh

Posko Penanggulangan Bencana Hidrometreologi Aceh mengumumkan kedatangan bantuan medis dari Malaysia melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Sabtu (29 November 2025). Bantuan berupa dua juta keping obat dan alat kesehatan seberat dua ton dikirim menggunakan pesawat kargo dari Kuala Lumpur. Bantuan ini disalurkan oleh Gomez Medical Services bersama tim kemanusiaan Blue Sky Rescue Malaysia. Pengiriman medis internasional ini merupakan yang pertama masuk Aceh pasca-bencana Siklon Senyar sejak 22 November 2025.

Starlink Gratis untuk Indonesia, Elon Musk: Tidak Etis Mengambil Untung dari Bencana

Di sisi lain, Elon Musk, melalui akun resmi Starlink di X, mengumumkan akses internet Starlink gratis bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera hingga akhir Desember. Starlink juga bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk membangun terminal dan memulihkan konektivitas di wilayah terdampak.

“Kebijakan standar SpaceX adalah menggratiskan Starlink setiap kali terjadi bencana di suatu tempat di dunia,” tulis Elon Musk. “Tidak etis mengambil untung dari bencana.”

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.