Padangpanjang – Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang merespons dampak bencana banjir bandang dan longsor di Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok, dengan mengirimkan tim pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemulihan psikologis korban. Tim tersebut, selain menyalurkan bantuan logistik, juga memberikan dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak.

Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan sehari-hari, dan kebutuhan darurat lainnya. Inisiatif ini merupakan wujud kepedulian ISI Padangpanjang terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan akibat bencana.

Rahmad Washinton, pemimpin tim pengabdian, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyasar pemulihan kondisi mental dan emosional masyarakat, terutama anak-anak. “Bencana tidak hanya merusak secara material, tetapi juga meninggalkan trauma,” ujarnya.

Pendampingan psikososial dilakukan melalui berbagai metode, termasuk interaksi langsung, aktivitas seni, permainan edukatif, dan dialog yang bertujuan membangun empati. Upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengatasi trauma dan memulihkan kondisi psikologis mereka.

Masyarakat Nagari Paninggahan menyambut baik bantuan yang diberikan oleh ISI Padangpanjang. Bantuan ini dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan dasar serta memberikan dukungan moral yang sangat dibutuhkan.

ISI Padangpanjang menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi kebencanaan. Pengabdian kepada masyarakat merupakan perwujudan nyata dari peran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan sosial dan kemanusiaan.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.