Tanah Datar – Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang mengambil langkah proaktif dalam merespons dampak bencana alam di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, dengan menyalurkan bantuan tahap pertama. Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana yang didukung oleh Kemendiktisaintek.
Fokus utama penyaluran bantuan adalah Jorong Guguak, Jorong Baiang, dan Jorong Duo Koto, yang mengalami kerusakan signifikan pada rumah warga serta dampak sosial ekonomi akibat bencana.
Sebelum bantuan disalurkan, tim PKM ISI Padangpanjang melakukan survei lapangan bersama perangkat nagari dan relawan. Tujuan dari survei ini adalah untuk memvalidasi data kerusakan rumah pascabencana dan mengidentifikasi kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh masyarakat.
Hasil survei menunjukkan adanya kebutuhan mendesak berupa perlengkapan hunian darurat bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, serta dukungan logistik untuk seluruh korban terdampak.
Penyaluran bantuan logistik tahap pertama dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan. Warga yang rumahnya rusak berat menerima bantuan berupa kasur, bantal, guling, dan paket logistik kebutuhan pokok. Sementara itu, seluruh korban terdampak, baik yang mengalami kerusakan rumah berat maupun ringan, menerima bantuan logistik.
Proses penyaluran bantuan dilakukan secara langsung di posko bencana dan titik distribusi di masing-masing jorong. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari dosen dan mahasiswa ISI Padangpanjang, serta dukungan dari aparat nagari setempat.
Ketua Tim PKM menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari tanggung jawab sosial perguruan tinggi dan pemanfaatan bantuan Kemendiktisaintek secara efektif. “Melalui PKM Tanggap Darurat Bencana ini, ISI Padangpanjang berupaya hadir langsung membantu masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan,” ungkapnya. Ia menambahkan, “Bantuan tahap pertama ini diharapkan dapat meringankan beban warga dan menjadi langkah awal pemulihan pascabencana.”
Apresiasi atas kepedulian ISI Padangpanjang dan Kemendiktisaintek disampaikan oleh masyarakat dan perangkat nagari. Program PKM Tanggap Darurat Bencana ini direncanakan akan berlanjut ke tahap berikutnya, dengan penyesuaian berdasarkan hasil evaluasi dan kebutuhan masyarakat terdampak di wilayah Malalo.











