Tanah Datar – Sanggar Tali Tigo Sapilin di Nagari Tuo Pariangan, Tanah Datar, kembali bergeliat. Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang merevitalisasi sanggar tersebut untuk memperkuat seni dan ekonomi kreatif berbasis digital.
Revitalisasi ini merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Nagari Tuo Pariangan, yang dikenal sebagai salah satu desa terindah di dunia, memiliki warisan budaya Minangkabau yang kaya.
Namun, aktivitas seni di Sanggar Tali Tigo Sapilin sempat meredup karena kurangnya promosi dan manajemen.
ISI Padangpanjang memberikan pelatihan tari, manajemen sanggar, dan digitalisasi promosi.
Ketua tim pelaksana, Khairunnisa, mengatakan revitalisasi ini menghubungkan seni dengan ekonomi kreatif melalui pendekatan digital.
Anggota sanggar dilatih membuat konten promosi dan mengelola media sosial.
Program ini juga menghasilkan modul latihan, arsip digital seni tari Minangkabau, dan peralatan dokumentasi.
Revitalisasi ini mendorong munculnya produk turunan seni dan ekonomi kreatif, seperti merchandise dan paket workshop tari.
Pimpinan sanggar, Rinaldi Putera, mengatakan program ini membuka cara pandang baru terhadap seni sebagai sumber kesejahteraan.
Kini, latihan tari rutin dilakukan dan jumlah anggota sanggar meningkat.
ISI Padangpanjang akan terus mendampingi dan mendorong sanggar menjadi model pengembangan seni berbasis digital di Sumatera Barat.












