Payakumbuh – Aspirasi masyarakat Payakumbuh Utara dan Lima Puluh Kota terkait infrastruktur, pertanian, dan ekonomi menjadi fokus utama dalam reses anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Irsyad Safar. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (8/2/2026) ini bertujuan menjaring masukan langsung dari masyarakat untuk perbaikan kebijakan daerah.

Reses yang diadakan di Hotel Mangkuto, Payakumbuh Utara, dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Di antaranya, Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Muhammad Fadhlil, dan Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Erman Mawardi. Kehadiran perwakilan kelompok tani, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, ninik mamak, dan bundo kanduang turut memeriahkan acara tersebut.

Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah permasalahan mendesak. Salah satu isu krusial adalah kondisi jalan lingkungan Padang Samuik di Nagari Sungai Beringin yang dinilai kurang memadai. Warga menekankan bahwa akses jalan yang baik sangat penting untuk mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi. “Kondisi jalan yang rusak kerap menghambat distribusi hasil pertanian dan usaha warga,” ungkap seorang warga.

Selain infrastruktur jalan, masalah irigasi juga menjadi perhatian utama. Warga Kelurahan Talang mengusulkan perbaikan aliran irigasi untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian. Di bidang ekonomi, masyarakat menyoroti keterbatasan pelaku UMKM dalam memasarkan produk mereka. Mereka berharap adanya pelatihan pemasaran agar produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Kelompok tani juga mengusulkan bantuan bibit agro berupa kopi arabika, yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi.

Menanggapi aspirasi tersebut, Irsyad Safar menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap masukan yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran di tingkat provinsi. “Kami akan mengawal aspirasi ini agar dapat masuk dalam program pembangunan pemerintah daerah dan provinsi sesuai kewenangan yang ada,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa reses adalah momen penting untuk memastikan kebijakan pembangunan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.