Jakarta – Empat bulan menjelang akhir tahun 2025, investor disarankan untuk meninjau ulang dan menyesuaikan portofolio investasi mereka dengan profil risiko masing-masing. Analis memberikan panduan strategi yang relevan untuk investor konservatif, moderat, hingga agresif.

Wahyu Laksono, analis komoditas dan Founder Traderindo.com, menekankan pentingnya menyesuaikan komposisi portofolio dengan profil risiko dan tujuan finansial investor.

Untuk investor konservatif yang memprioritaskan keamanan modal, Wahyu merekomendasikan komposisi portofolio yang didominasi aset berisiko rendah. Alokasi yang disarankan adalah 50-60% pada obligasi atau reksadana pendapatan tetap, 20-30% pada emas atau aset *safe haven* lainnya, dan 10-20% pada saham *blue chip* atau reksadana saham.

Sementara itu, investor moderat yang mencari keseimbangan antara pertumbuhan modal dan keamanan dapat mengalokasikan 30-40% pada obligasi atau reksadana pendapatan tetap, 40-50% pada saham atau reksadana saham, dan 10-20% pada emas atau aset alternatif lainnya.

Bagi investor agresif yang berani mengambil risiko tinggi demi potensi *return* maksimal, Wahyu menyarankan porsi 60-70% pada saham atau reksadana saham (termasuk saham di sektor berisiko tinggi atau pasar berkembang), 10-30% pada aset alternatif seperti kripto (dengan variasi porsi sebagai diversifikasi), dan 5-10% pada obligasi atau aset risiko rendah lainnya.

Wahyu menegaskan pentingnya diversifikasi dalam investasi. Investor sebaiknya tidak menempatkan seluruh dana hanya pada satu jenis aset.

Sebelum membuat keputusan investasi, investor disarankan untuk melakukan riset mendalam dan berkonsultasi dengan perencana keuangan profesional.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.