Medan – Pasar modal syariah di Sumatera Utara menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jumlah investor saham syariah di provinsi ini meningkat 270 persen dalam lima tahun terakhir.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Medan Sharia Investor City (Mainstory) 2025 di Medan, akhir pekan lalu. Ajang ini menjadi wadah silaturahmi investor pasar modal syariah, masyarakat, dan *stakeholders*.
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa jumlah investor saham syariah meningkat 142 persen secara nasional, dari 85.891 investor pada 2020 menjadi 207.834 investor per Oktober 2025. Sebanyak 6.178 investor atau 2,9 persen berasal dari Sumatera Utara.
“Ini yang membuat Sumatera Utara menjadi salah satu provinsi dengan jumlah investor saham syariah terbanyak saat ini,” kata Jeffrey, dalam keterangan tertulis, Minggu (23/11/2025).
Kepala OJK Sumut, Khoirul Muttaqien, menambahkan bahwa Mainstory merupakan sinergi untuk memperkuat ekosistem pasar modal syariah dan mendorong pertumbuhan investor yang inklusif. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dan memperkuat peran Sumut sebagai daerah dengan potensi besar dalam pengembangan pasar modal syariah.
“Untuk pasar modal syariah, pertumbuhan investor secara nasional mencapai 142 persen, sedangkan di Sumut meningkat hingga 270 persen dalam lima tahun terakhir,” ucap Khoirul.
Pada ajang tahunan Investroopers 2025, penghargaan diberikan kepada Abdullah Faqih dan coach Abdullah Karim Ahmad Rifai. Program Investroopers bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal syariah di berbagai segmen masyarakat.
BEI juga mengapresiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai lembaga filantropi terbaik dan PT MNC Sekuritas sebagai Anggota Bursa-Sharia Online Trading System (AB-SOTS) terbaik. Selain itu, BEI memberikan apresiasi untuk AB-SOTS dan investor syariah pemenang IDX Islamic Challenge 2025 dengan total nilai hadiah Rp 400 juta.
Gubernur Sumut, Bobby Nasution, mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumut untuk menjadi investor pasar modal. Ia meminta OJK dan BEI memberikan literasi agar ASN paham investasi yang aman dan produktif.
“Saya minta ASN diajari pasar modal sehingga membuka peluang menjadi investor,” kata Bobby.
Bobby menilai pemahaman pasar modal akan membantu ASN meningkatkan kondisi ekonomi sekaligus mencegah tindakan negatif seperti judi online dan korupsi.












