Padang – Pasar modal Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan positif dengan rekor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai titik tertinggi sebanyak 12 kali sepanjang tahun 2025.
Jumlah investor pasar modal melonjak signifikan, mencapai 18.909.870 Single Investor Identification (SID) hingga 14 Oktober 2025.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, angka ini meningkat lebih dari 27% atau 4.038.231 investor dibandingkan akhir tahun sebelumnya.
Peningkatan partisipasi investor ritel dan masifnya edukasi pasar modal menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ini.
IHSG ditutup pada level 8.066,522, mencatatkan pertumbuhan +13,94% secara year-to-date (YTD), meskipun terkoreksi harian sebesar -1,95%.
Nilai transaksi harian pada 14 Oktober mencapai Rp31,96 triliun, dengan rata-rata nilai transaksi harian tahun berjalan sebesar Rp16,14 triliun.
Kapitalisasi pasar saat ini berada di kisaran Rp15.179 triliun.
Pencapaian ini merupakan hasil sinergi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat dalam mendorong inklusi keuangan.
Sementara itu, defisit APBN September 2025 tercatat melebar menjadi 1,56% PDB atau Rp371,5 triliun.
Realisasi belanja negara hingga September 2025 mencapai Rp2.234,8 triliun, sementara pendapatan negara mencapai Rp1.863,3 triliun.
Penyaluran kredit Agustus 2025 tumbuh 7,56% (yoy) mencapai Rp8.075 triliun, dan dana pihak ketiga perbankan naik 8,51% (yoy) menjadi Rp9.385,8 triliun.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membentuk Tim Percepatan Program Pembangunan Unggulan untuk mendorong investasi dan menangani hambatan usaha.












