Padang – Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Barat mengajak generasi muda menjadi investor pasar modal untuk mengurangi dominasi asing di perusahaan besar.
BEI Sumbar mendorong anak muda membeli dan menabung saham perusahaan dalam negeri.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumbar, Early Saputra, menyerukan investor muda untuk “militan” di pasar modal.
Early menjelaskan, kepemilikan asing yang besar dapat memicu ketidakstabilan politik, terutama saat pemilu.
Data BEI menunjukkan kepemilikan investor asing terus menurun, dari 63,79% pada 2015 menjadi 45,91% pada Juni 2025.
Direktur BEI, Irvan Susandy, menyatakan basis investor domestik semakin solid.
Investor ritel domestik menyumbang sekitar 44% dari total transaksi hingga Juni 2025.
BEI terus mendorong partisipasi investor ritel melalui edukasi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai sekitar 19,32 juta per awal November 2025.
BEI menargetkan peningkatan jumlah investor dengan meliterasi seluruh peserta didik.
Jika seluruh peserta didik memiliki SID, BEI memprediksi lonjakan jumlah investor.
BEI menargetkan perubahan budaya, di mana investasi menjadi bagian dari budaya sejak dini.
BEI akan melakukan literasi pada Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, dan kementerian lainnya.
BEI mengusulkan hadiah ulang tahun berupa saham atau investasi saat pembayaran UKT pertama.
Investasi masif dari 63 juta peserta didik akan memberikan pengaruh positif terhadap perekonomian Indonesia.
Dana ini akan memperkuat pendanaan pembangunan nasional dan mengurangi ketergantungan pada modal asing.












