JAKARTA – Sejumlah analis memprediksi pasar saham akan bergairah menjelang akhir tahun 2025, didorong oleh Santa Claus Rally.

Berbeda dengan tahun 2024, Santa Claus Rally pada tahun 2025 diprediksi terjadi karena stimulus yang digelontorkan pemerintah.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, mengatakan peluang Santa Claus Rally pada akhir 2025 terbuka lebar. Hal ini menyusul stimulus pemerintah dan ekspektasi pelonggaran moneter oleh The Fed.

“Peluangnya cukup besar. Kombinasi stimulus fiskal domestik dan sinyal Fed untuk stop *quantitative tightening* bikin *risk-on* sentimen lebih kuat dibandingkan tahun lalu yang dibebani *high rate* dan geopolitik,” kata Wafi, Minggu (16/11/2025).

Wafi memprediksi IHSG akan bertahan menguat hingga akhir 2025, meski volatilitas akibat aksi *profit taking* diperkirakan membayangi dalam jangka pendek.

Selama sepekan perdagangan 10–14 November 2025, IHSG turun dan ditutup pada level 8.370,43 pada Jumat (14/11/2025), turun 0,29% dibandingkan pekan sebelumnya.

Namun, secara *year-to-date* (YtD), IHSG masih mencatatkan kenaikan 18,23% dari posisi awal 2025 di level 7.163,21.

Wafi menilai saham perbankan besar berpeluang tersuntik sentimen Santa Claus Rally, dengan masuknya arus dana asing di tengah valuasi saham yang masih murah.

“Saham yang bisa dicermati, big banks seperti BBCA, BMRI, BBRI karena inflow asing masih deras dan valuasi belum mahal,” tegas Wafi.

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia, juga menilai saham perbankan layak diperhatikan jelang Santa Claus Rally. Selain tiga saham yang direkomendasikan KISI, Kiwoom juga merekomendasikan BBNI.

Liza mengatakan peluang penguatan IHSG dari Santa Claus Rally cukup lebar, disuntikkan oleh aksi pelonggaran moneter The Fed. Selama sentimen eksternal terhadap pasar saham stabil, peluang penguatan IHSG tidak dapat dipungkiri.

“Peluang Santa Claus Rally akhir 2025 cukup terbuka karena kombinasi stimulus fiskal domestik yang besar di kuartal IV dan kebijakan pelonggaran The Fed yang meningkatkan likuiditas global,” tegas Liza.

Konsumsi rumah tangga juga akan terdorong oleh bantuan sosial pemerintah, menguatkan daya beli masyarakat jelang akhir tahun. Kiwoom memprediksi IHSG akan bergerak di area 8.600–8.700 hingga akhir 2025.

“Dengan konsumsi rumah tangga terdorong bansos, insentif pajak, dan belanja musiman, IHSG berpotensi menguat pada Desember selama sentimen eksternal tetap stabil,” tutup Liza.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.