Oleh Hendri Nova
Wartawan Topsatu.com
Inovasi dan transformasi, kini benar-benar menjadi kata sakti bagi semua perusahaan yang berhubungan dengan layanan konsumen, seperti perbankan. Apalagi di tengah persaingan antar kompetitor perbankan yang semakin ketat, dimana tak hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri, menuntut pejabat dari perusahaan terkait untuk terus berinovasi dan bertransformasi dari waktu ke waktu, seiring dengan kemajuan zaman.
Hanya mereka yang terus berinovasi dan bertransformasi tiada henti yang mampu bertahan dan memperkuat eksistensinya di hati nasabah. Nasabah akan terus terikat hatinya dan enggan berpindah ke lain hati, karena hatinya benar-benar sudah terpaut oleh layanan terbaik yang pernah mereka rasakan.
Hal inilah yang dilakukan PT Bank CIMB Niaga Tbk, dalam mempertahankan eksistensinya di hati nasabah lama dan menarik hadirnya nasabah baru, untuk segera menabung di CIMB Niaga. Inovasi dan transformasi terus dilakukan, sehingga sampai saat ini pertumbuhan nasabah dan bisnis lainnya sangat signifikan.
Sebagai buktinya, CIMB Niaga Tbk telah berhasil membukukan laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp4,4 triliun pada semester pertama 2025, dengan laba per saham (earnings per share) Rp137,43.
Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan seperti dalam rilis resminya mengatakan, CIMB Niaga mencatatkan kinerja yang baik pada semester pertama 2025, mencerminkan implementasi strategi yang dijalankan secara konsisten dan disiplin.
“Kami mencatat pertumbuhan kredit yang baik dan terukur sesuai dengan profil risiko dan kondisi pasar. Di saat yang sama, kami tetap menjaga kualitas aset yang stabil, tingkat permodalan dan likuiditas yang kuat, serta sumber pendapatan yang terdiversifikasi dengan baik, sehingga dapat memperkuat posisi kami di industri,” kata Lani.
Permodalan dan likuiditas CIMB Niaga tercatat solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 24,0 persen dan 87,3 persen.
Adapun total aset konsolidasian sebesar Rp357,9 triliun per 30 Juni 2025. Menurut perseroan, jumlah aset ini memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.
CIMB Niaga mencatat, total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 4,8 persen yoy menjadi Rp261,9 triliun. Rasio dana murah (current account and savings account/CASA) tercatat sebesar 69,0 persen, didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 10,9 persen yoy menjadi Rp180,6 triliun.
Dari sisi intermediasi, jumlah kredit atau pembiayaan naik 6,8 persen yoy menjadi Rp231,8 triliun, yang dikontribusikan dari pertumbuhan di berbagai segmen utama.
Perbankan korporasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,3 persen yoy, sementara segmen usaha kecil menengah (UKM) naik 7,3 persen yoy serta perbankan konsumer tumbuh 4,7 persen yoy.
Menurut Lani, kenaikan tertinggi pada kredit atau pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan kredit pemilikan mobil (KPM) yang meningkat sebesar 26,7 persen yoy.
Dari sisi perbankan syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga mencatatkan total pembiayaan sebesar Rp59,6 triliun per akhir Juni 2025 atau meningkat 2,5 persen yoy. Sedagkan total DPK tercatat sebesar Rp48,2 triliun.
Sementara, dari sisi keberlanjutan, perseroan mencatat sekitar Rp57,6 triliun atau hampir 25 persen dari total pembiayaan CIMB Niaga mendukung transisi yang adil, ekonomi rendah karbon, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dari PBB.
Sejauh ini, CIMB Niaga telah melakukan empat inovasi digital banking yang berhasil memanjakan nasabahnya. Istilah digital banking sendiri, semakin hari semakin akrab didengar oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Dengan inovasi teknologi yang berkembang dengan cepat setiap harinya, kehadiran digital banking sudah jadi hal yang tidak bisa lepas dari aktivitas sehari-hari. Digital banking kini membantu banyak orang untuk kebutuhan esensial, seperti pembayaran transportasi, dompet digital, dan juga kebutuhan dalam membeli makanan secara online. Dengan kemudahan yang ditawarkan oleh digital banking, transaksi perbankan terasa jadi lebih praktis.
Asal usul Digital Banking
Perkembangan digital banking sudah dimulai sejak hadirnya mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Mesin ATM pertama kali mulai diperkenalkan di tahun 1960. Kehadiran mesin ATM kala itu dianggap sebagai inovasi dari digital banking. Pasalnya, di era tersebut, nasabah hanya punya satu opsi untuk melakukan transaksi perbankan, bahkan untuk sekadar mengambil uang saja, yaitu dengan cara mendatangi bank terdekat dan harus mengikuti jam operasional dari bank tersebut.
Fitur mesin ATM pun secara perlahan mengalami perkembangan. Tidak hanya digunakan untuk menarik uang tunai dari rekening, mesin ATM juga bisa digunakan untuk transaksi pengiriman uang atau transfer.
Selanjutnya, dengan hadirnya internet di tahun 1990-an, inovasi digital banking secara revolusioner pun kembali hadir. Kali ini, para nasabah sudah bisa mengakses informasi rekening serta fitur transaksi perbankan lainnya melalui komputer.
Satu-satunya limitasi yang hadir dalam inovasi digital banking melalui akses internet adalah penarikan uang. Meskipun begitu, pada zamannya, digital banking dengan akses internet atau yang lebih dikenal dengan istilah internet banking ini umum digunakan oleh para pebisnis dengan tujuan pengiriman uang atau pembayaran melalui metode transfer.
Inovasi digital banking terkini
Tidak bisa dipungkiri dengan hadirnya internet banking, perkembangan digital banking pun semakin cepat. Di awal tahun 2000-an, masyarakat mengenal inovasi SMS banking yang membuat ponsel tidak sekadar jadi alat komunikasi saja, tapi juga digunakan untuk transaksi perbankan dengan fitur yang kurang lebih sama dengan apa yang ditawarkan oleh internet banking.
Bahkan Indonesia juga pernah menerapkan mobile banking, yaitu integrasi dari pihak penyedia jasa layanan telepon seluler untuk menambahkan fitur perbankan yang ada di dalam kartu SIM. Kini, dengan hadirnya smartphone yang dengan aplikasi sebagai program utamanya, para lembaga perbankan pun mulai memperkenalkan aplikasi perbankan untuk memberikan kemudahan akses serta pengalaman yang lebih leluasa bagi nasabah untuk pemenuhan kebutuhan transaksi.
Dalam mengimplementasi inovasi digital banking, CIMB Niaga merupakan salah satu lembaga perbankan di Indonesia yang secara aktif mengembangkan potensi digital banking, demi memberikan kemudahan dan kenyamanan pada kebutuhan transaksi perbankan masyarakat.
Adapun inovasi digital banking yang sudah diluncurkan oleh CIMB Niaga antaranya OCTO Mobile. OCTO Mobile merupakan sebuah aplikasi digital banking yang dikembangkan oleh CIMB Niaga untuk memudahkan Anda melakukan transaksi perbankan kapan pun dan di mana pun.
Dengan tujuan tersebut, maka OCTO Mobile saat ini dikenal sebagai One stop mobile financial solution yang dilengkapi dengan beragam fitur canggih yang bisa Anda andalkan untuk keperluan transaksi perbankan sehari-hari. OCTO Mobile memiliki fitur esensial, seperti cek saldo, transfer uang, pembayaran tagihan, hingga pembelian aset investasi.
Namun, sebagai pengguna OCTO Mobile, masyarakat bisa menyesuaikan sumber dana yang hendak digunakan untuk keperluan transaksi. Masyarakat bisa menghubungkan lebih dari satu rekening CIMB Niaga aktif yang mereka punya sebagai sumber dana.
Selain itu, kartu kredit CIMB Niaga juga bisa disambungkan sebagai sumber dana dalam OCTO Mobile. Nasabah juga bisa membuka rekening baru, melakukan tarik tunai tanpa kartu, serta pembayaran menggunakan QR code. Untuk mendapatkan OCTO Mobile, nasabah bisa mengunduh aplikasinya di Play Store, App Store, serta Huawei AppGallery.
Selanjutnya OCTO Clicks. Untuk masyarakat yang cenderung beraktivitas menggunakan komputer atau laptop, juga bisa mengakses rekening CIMB Niaga yang dimiliki melalui OCTO Clicks. Salah satu inovasi digital banking dari CIMB Niaga ini, juga memiliki fitur perbankan esensial lengkap mulai dari transfer dalam dan luar negeri, bayar tagihan, hingga pembukaan rekening deposito dan reksa dana.
Bagi nasabah yang gemar berbelanja online di situs e-commerce luar negeri, juga bisa melakukan aktivasi Virtual Card Number (VCN) melalui OCTO Clicks di berbagai merchant yang menerima pembayaran MasterCard.
Berikutnya Digital Lounge. Digital banking tidak hanya hadir di ranah dunia maya saja. Di dunia nyata sendiri, seperti kantor cabang juga mendapatkan treatment digitalisasi. Hal tersebut dibuktikan dengan hadirnya Digital Lounge dari CIMB Niaga. Digital Lounge dinilai sebagai kantor cabang masa depan yang memberikan pelayanan berbasis digital dan teknologi kepada nasabah.
Lokasi Digital Lounge dari CIMB Niaga juga mudah ditemukan di pusat perbelanjaan hingga kawasan pendidikan, seperti kampus. Hal ini dilakukan dalam memberikan kemudahan bagi para nasabah yang ingin mendapatkan pelayanan bank di waktu yang lebih fleksibel.
Layanan perbankan dari Digital Lounge ini juga dilakukan secara mandiri melalui mesin Self Service Banking untuk membuka rekening baru, pengkinian data nasabah terbaru, hingga penggantian kartu debit yang membutuhkan waktu selama 05 menit saja.
Masyarakat juga bisa mendaftarkan layanan branchless banking dari CIMB Niaga seperti OCTO Mobile, OCTO Clicks, serta Rekening Ponsel melalui Digital Lounge CIMB Niaga. Layaknya kantor cabang.
Selanjutnya Contact Center. Digital banking juga memberikan peluang untuk mengembangkan layanan pelanggan jadi lebih mudah dan tanpa batas. Bagi yang membutuhkan layanan konsumen dalam keadaan apapun, kini sebagai nasabah CIMB Niaga bisa menghubungi contact center secara online dan bebas biaya pulsa.
Nasabah hanya perlu membuka aplikasi OCTO Mobile, untuk terhubung dengan layanan konsumen yang tersedia melalui VOIP call dan juga live chat. Sebagaimana yang diketahui, kerap kali layanan konsumen hanya bisa dihubungi melalui nomor telepon premium yang cukup memakan banyak pulsa atau tagihan telepon.
Namun, dengan inovasi yang ditawarkan oleh CIMB Niaga melalui VOIP call dan live chat, kini nasabah bisa merasakan layanan konsumen secara online. Selain itu, layanan konsumen CIMB Niaga juga bisa dihubungi melalui akun media sosial resmi.
Inovasi digital banking dari CIMB Niaga seperti OCTO Mobile, OCTO Clicks, Digital Lounge, dan juga Contact Center tersebut merupakan sebagian dari layanan personal banking yang ditawarkan. Sebagai pelaku bisnis masyarakat juga bisa menikmati layanan digital banking bisnis untuk membuat transaksi bisnis jadi lebih cepat dan praktis.
Inovasi dan Transformasi Berkelanjutan
Inovasi dan transformasi yang sudah ada, jangan terhenti sampai di situ saja. Kalau berhenti di tengah dunia yang terus berkembang dinamis, maka dipastikan akan ditinggalkan dan digantikan oleh mereka yang giat berinovasi dan bertransformasi.
Maka dari itu, inovasi dan transformasi berkelanjutan saat ini menjadi satu keharusan, khususnya bagi instansi ataupun perusahaan yang terhubungan dengan layanan nasabah, seperti perbankan. Semakin keren inovasi dan transformasi yang berhasil dilakukan, maka semakin beruntunglah perusahaan bersangkutan.
Maka dari itu, inovasi layanan CIMB Niaga di masa depan untuk tujuan memanjakan nasabahnya, harus terus dilakukan tanpa henti. CIMB Niaga perlu berfokus pada personalisasi hiper-pintar, integrasi ekosistem keuangan, dan pengembangan layanan perbankan yang proaktif.
Beberapa ide inovasi yang bisa dipertimbangkan antaranya, hiper-personalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI). CIMB Niaga bisa menggunakan AI untuk menganalisis data transaksi, pola pengeluaran, dan riwayat interaksi nasabah, untuk memberikan penawaran produk dan saran finansial yang sangat relevan dan personal.
Contoh inovasi yang bisa dilirik antaranya penasihat keuangan virtual yakni asisten AI yang memberikan rekomendasi produk investasi atau tabungan yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan nasabah.
Adanya peringatan pengeluaran proaktif. Notifikasi ini dapat mengingatkan nasabah saat pola pengeluaran mereka melebihi target, dengan saran praktis untuk mengelola keuangan.
Selanjutnya program loyalitas dinamis. Adanya penawaran cashback atau diskon yang disesuaikan dengan kebiasaan belanja nasabah, jadi bukan penawaran yang bersifat umum.
Berikutnya, integrasi ekosistem keuangan yang mulus (omnichannel). Hal ini dapat memastikan nasabah mendapatkan pengalaman yang konsisten dan tanpa hambatan. Baik saat bertransaksi melalui aplikasi, website, chatbot, atau saat datang ke cabang fisik.
Contoh inovasi yang bisa dilakukan, seperti pembukaan rekening instan dengan proses pembukaan rekening yang sepenuhnya digital dengan verifikasi biometrik, sehingga nasabah tidak perlu lagi datang ke cabang.
Selanjutnya layanan tanpa batas. Nasabah dapat memulai proses di satu saluran (misalnya, mengisi formulir online) dan menyelesaikannya di saluran lain (misalnya, verifikasi di Digital Lounge) dengan mudah.
Berikutnya, integrasi dengan layanan pihak ketiga. Hal ini memungkinkan nasabah menghubungkan akun CIMB Niaga mereka dengan berbagai layanan lain, seperti fintech, platform investasi, atau e-commerce, untuk pengalaman finansial yang terpusat.
Selanjutnya, layanan perbankan proaktif. Dalam hal ini, bank tidak hanya menunggu nasabah melakukan transaksi, tetapi juga secara proaktif menawarkan solusi yang relevan untuk kebutuhan mereka.
Contoh inovasi yang bisa dilirik antaranya notifikasi cerdas. Hal ini mendorong nasabah untuk menabung lebih banyak saat mereka menerima bonus, atau menyarankan produk pinjaman yang tepat saat mereka mencari opsi pembiayaan.
Adakan manajemen keuangan otomatis, yakni sebuah fitur yang secara otomatis mengalokasikan sebagian dana ke rekening tabungan atau investasi setiap kali nasabah menerima gaji, sesuai dengan preferensi yang telah ditetapkan.
Berikutnya penyelesaian masalah prediktif, dengan menggunakan analitik data, bank dapat mengidentifikasi masalah potensial pada akun nasabah (misalnya, risiko penipuan) dan menanganinya sebelum nasabah menyadarinya.
Inovasi selanjutnya, pengembangan aplikasi OCTO Mobile sebagai Super App yang lebih super lagi. Meskipun OCTO Mobile sudah menjadi super app, pengembangannya dapat ditingkatkan lebih jauh dengan memasukkan fitur-fitur tambahan yang relevan dengan gaya hidup nasabah.
Contoh inovasi yang bisa dilakukan, tambahkan OCTO Marketplace, yakni platform di dalam aplikasi untuk membeli produk atau layanan dari mitra CIMB Niaga, seperti tiket bioskop, voucher makanan, atau paket perjalanan, dengan opsi pembayaran langsung.
Selanjutnya, OCTO Wealth yakni fitur terintegrasi yang menggabungkan layanan investasi, perencanaan pensiun, dan asuransi dalam satu tempat, dengan panduan yang dipersonalisasi.
Berikutnya OCTO Rewards, yakni program loyalitas yang lebih menarik, di mana poin yang dikumpulkan bisa ditukar dengan berbagai reward eksklusif, seperti diskon di merchant favorit atau akses ke layanan premium.
Dengan mengadopsi inovasi-inovasi ini, CIMB Niaga tidak hanya akan meningkatkan pengalaman nasabahnya, tetapi juga akan tetap relevan dan kompetitif di tengah pesatnya perkembangan industri keuangan.
Satu hal lagi, jangan pernah lelah memantau ulasan nasabah di aplikasi di Play Store, App Store atau lainnya, dan juga komentar-komentar baik positif maupun negatif di media sosial CIMB Niaga. Ulasan nasabah dan komentar, kini menjadi pertimbangan penting bagi nasabah baru yang ingin bergabung.
Ia seperti ulasan di aplikasi belanja online, dimana pembeli baru baru memutuskan akan membeli, jika pembeli sebelumnya banyak memberikan bintang lima dengan komentar puas atas semua layanan yang telah diterima.
Dengan demikian, upaya CIMB Niaga dalam membangun pengalaman dan menciptakan inovasi layanan yang berfokus pada nasabah (customer centricity) akan tercapai, sehingga efek jangka panjangnya akan terasa pada jumlah nasabah yang meningkat dan tentunya laba perusahaan yang semakin tinggi dan memuaskan. (*)












