Padang Pariaman – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) memperluas cakupan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan fokus pada penyediaan alat bantu disabilitas dan pelestarian lingkungan. Pada kegiatan yang dilaksanakan Jumat (22/1/2026) di Selasar BIM, bantuan berupa kaki palsu dan buku braille diserahkan, serta dilakukan penanaman pohon sebagai bagian dari inisiatif sejuta pohon.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia BIM, Dony Subandono, menyatakan bahwa program ini merupakan implementasi dari visi InJourney Airport untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. “InJourney Airport tidak saja melaksanakan pelayanan kebandaraan, namun juga tumbuh bersama masyarakat dalam bentuk pemberian berbagai bantuan,” ujarnya, menekankan bahwa perusahaan berkomitmen untuk mendukung masyarakat, terutama dalam situasi bencana.
Selain penyerahan bantuan dan penanaman pohon, program TJSL InJourney Airport juga mencakup pemeriksaan mata gratis bagi siswa di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman. “Dari hasil pemeriksaan mata, maka InJourney Airport melengkapi bantuannya dengan memberikan kaca mata bagi siswa yang membutuhkan. Ini bagian dari Tanggung jawab Sosial InJourney Airport pada masyarakat,” kata Dony, menjelaskan bahwa bantuan kacamata diberikan kepada siswa yang teridentifikasi memiliki masalah penglihatan.
Sebanyak 42 penerima manfaat dari berbagai daerah menerima bantuan kaki palsu, meliputi 12 warga Kota Padang, 5 orang dari Padang Pariaman, 8 dari Tanah Datar, 10 dari Pasaman, dan 7 dari Agam. Selain itu, ratusan buku braille diserahkan, dan penanaman satu juta pohon dilaksanakan di Padang, Agam, Padang Pariaman, Tanah Datar, dan Sumpur Kudus.
Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PT Angkasa Pura Indonesia BIM dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan di Sumatera Barat. “Semoga program tanggungjawab sosial InJourney Airport khususnya Angkasa Pura Indonesia BIM, terus berlanjut tiap tahunnya sehingga memberi banyak manfaat pada masyarakat Sumbar, khususnya Kabupaten Padang Pariaman,” tuturnya.
Acara penyerahan bantuan dan penanaman pohon ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, termasuk Dan Lanud Sutan Syahrir, Kadis Sosial Sumbar, Kadis Sosial Kota Padang dan Padang Pariaman, serta perwakilan wali kota Payakumbuh. Sebagai simbolisasi, dilakukan pemasangan kaki palsu kepada empat penerima manfaat dan demonstrasi pembacaan huruf Braille.
Program pemeriksaan mata gratis menjangkau 674 siswa di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, dengan 197 siswa di antaranya menerima bantuan kaca mata low vision gratis setelah teridentifikasi memiliki masalah penglihatan. Inisiatif penanaman sejuta pohon difokuskan di area sekitar gerbang masuk BIM.











