Padang – Sumatera Barat mencatat inflasi 0,40% pada Oktober 2025, dipicu kenaikan harga cabai merah dan emas perhiasan.

Bank Indonesia (BI) menyebut, pasokan cabai merah yang terbatas menjadi penyebab utama inflasi.

Harga emas perhiasan juga naik seiring penguatan harga emas global.

Kenaikan harga cabai merah mencapai 21,76% akibat musim kering yang mengganggu produksi. Selain itu, harga ikan cakalang juga naik karena cuaca buruk.

Namun, penurunan harga bawang merah sedikit menahan laju inflasi.

Secara kumulatif, inflasi Sumbar hingga Oktober 2025 mencapai 3,87%, melampaui target yang ditetapkan.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumbar akan memperkuat strategi stabilisasi harga pangan.

TPID akan menjaga pasokan, memperkuat kerjasama antar daerah, dan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).

TPID Sumbar optimis dapat mengendalikan inflasi dalam target 2,5±1% hingga akhir tahun 2025.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.