Bogor – Indonesia mendorong integritas dan keadilan sebagai fondasi utama kerja sama global di forum BRICS. Seruan ini disampaikan Sastri Yunizarti Bakry dalam pidatonya di The II BRICS Traditional Values Forum di Brasil, 16 September 2025.

Sastri menekankan integritas sebagai landasan moral yang tak tergantikan. Tanpa integritas, kepercayaan tidak akan tumbuh, dan kerja sama yang langgeng mustahil terwujud.

“Tanpa integritas, tidak ada masyarakat yang dapat membangun kepercayaan, dan tanpa kepercayaan, tidak ada kerja sama, baik nasional maupun internasional, yang dapat bertahan,” tegas Sastri secara virtual.

Kemajuan ekonomi, menurut Sastri, harus sejalan dengan keadilan. Ia mengutip pesan Presiden Prabowo bahwa kemakmuran tanpa keadilan hanya akan menciptakan perpecahan.

Dalam pidatonya, Sastri memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan menjadi kekuatan, bukan ancaman.

Ia juga berbagi tentang International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) sebagai contoh bagaimana sastra menjembatani perbedaan dan membangun persahabatan.

Sastri menawarkan gagasan World Poetry for Peace, forum puisi lintas negara di bawah BRICS, sebagai upaya diplomasi nurani. Ia mendorong BRICS menjadi mercusuar moral, bukan hanya kekuatan ekonomi.

Pidato Sastri diakhiri dengan pantun yang mengingatkan bahwa nilai-nilai luhur dapat dikemas dalam keindahan sederhana. Nilai-nilai tradisional adalah arus yang membawa manusia menuju masa depan.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.