Jakarta – Impor Bahan Bakar Minyak (BBM) satu pintu melalui Pertamina dinilai akan memberikan manfaat jangka panjang, meski potensi gangguan distribusi di awal perlu diantisipasi.

Anggota DPR RI, Nevi Zuairina, menyatakan mekanisme satu pintu akan mempermudah pengawasan harga BBM. “Selama ini, permainan harga oleh sejumlah pelaku kerap merugikan masyarakat,” tegasnya.

Nevi menjelaskan, kebijakan ini tertuang dalam Perpres 191/2014 serta perubahannya. Regulasi ini melarang SPBU swasta mengimpor langsung BBM, kecuali jenis tertentu.

Namun, ia menekankan perlunya revisi regulasi agar kebijakan ini tidak menghambat investasi hilir migas. Transparansi harga dan margin wajar bagi SPBU swasta menjadi sorotan.

Nevi juga menyoroti pentingnya mengurangi ketergantungan impor BBM dengan mempercepat pembangunan kilang. Rencana pembangunan 17 kilang modular senilai US$8 miliar dinilai strategis.

Fraksi PKS akan mendorong pemerintah memberikan insentif fiskal agar proyek kilang modular tidak mandek. Pembangunan kilang juga perlu masuk dalam roadmap hilirisasi migas nasional.

Pertamina harus siap menambah impor sekitar 1,4 juta kiloliter hingga akhir tahun dan memastikan kelancaran logistik. Pemerintah juga perlu mengawasi ketat agar tidak terjadi kelangkaan di SPBU swasta.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.