Bukittinggi – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Agam awal Januari lalu mengundang kepedulian dari berbagai pihak, termasuk perantau Minang. Ikatan Keluarga Luhak Agam Rumah Gadang Saiyo (IKLA-RGS) Provinsi Riau menyalurkan bantuan senilai Rp112 juta untuk meringankan beban korban.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan dari kecamatan terdampak pada Sabtu (10/1) lalu, disaksikan oleh Bupati Agam. Camat Palupuah, Nong Rianto Dt. Maruhun, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Saya selaku Camat Palupuah Kabupaten Agam mengucapkan terima kasih atas kepedulian kita bersama untuk membantu meringankan beban warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di kawasan Palupuah,” ujarnya pada Jumat (16/1/2026).

Bantuan kemanusiaan ini menyasar kecamatan yang paling parah terdampak bencana, yaitu Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, Malalak, dan Palupuah. Selain bantuan uang tunai, IKLA-RGS Riau juga memberikan bantuan berupa beras, pakaian layak pakai, dan sembako.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui posko nagari dan langsung kepada masyarakat terdampak, menurut Rianto. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh para korban.

Ketua IKLA RGS Riau, Yoserizal, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk solidaritas warga Agam di perantauan terhadap kampung halaman yang sedang berduka. “Perantau Agam dibawah payung Ikatan Keluarga Luhak Agam Rumah Gadang Saiyo (IKLA-RGS) Provinsi Riau secara bersatu dalam penggalangan donasi untuk membantu dunsanak yang terdampak bencana di kampuang,” jelasnya.

“Kita berharap bantuan yang disalurkan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak,” imbuh Yoserizal. “Bencana yang terjadi menjadi duka bagi perantau IKLA-RGS. Kita sangat prihatin atas musibah ini, semoga dunsanak tetap sabar dan tabah menghadapinya.”

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.