Padang Panjang – Indo Jalito Peduli (IJP) menunjukkan solidaritasnya dengan menyalurkan bantuan kepada korban galodo yang menerjang Kota Padang Panjang pada 27 November 2023. Bantuan sosial tersebut diserahkan langsung pada Sabtu (18/1) kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Astri Asgani, yang memimpin rombongan IJP, menyaksikan langsung dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir bandang. Rombongan IJP tiba di Padang Panjang dengan membawa misi memberikan dukungan moril dan materiil kepada para korban.
Di lokasi bencana, terlihat alat berat dan petugas yang tengah berupaya memulihkan infrastruktur yang rusak di sepanjang aliran sungai Lembah Anai. IJP memberikan bantuan berupa alat sholat dan uang tunai kepada 116 jiwa yang berasal dari 32 kepala keluarga. “Semangat terus ya,” ujar salah seorang anggota IJP saat menyerahkan bantuan kepada penyintas.
Para penyintas bencana menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh IJP. “Semoga sedikit bantuan dari kami ini dapat menjadi penyemangat saudara kita di Padang Panjang,” ungkap Astri Asgani, menekankan komitmen IJP untuk terus berkontribusi dalam membantu masyarakat dan mempererat tali persaudaraan.
Astri Asgani menjelaskan bahwa IJP, yang telah berdiri selama 26 tahun, merupakan wadah bagi ibu-ibu yang aktif dalam kegiatan sosial dan budaya. IJP memiliki beragam program, termasuk sunatan massal, bantuan bencana, bedah rumah, dan pelestarian budaya.
Maria Feronika Hendri Arnis, Ketua Tim PKK, menuturkan bahwa bencana tersebut sempat melumpuhkan perekonomian kota karena jalan utama menuju Padang terputus total. “Terima kasih atas bantuannya uni-uni yang tergabung dalam IJP untuk masyarakat Padang Panjang,” ujarnya, mengapresiasi bantuan yang diberikan. Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Padang Panjang telah berupaya maksimal dalam membantu warganya, dan saat ini tidak ada lagi warga yang tinggal di pengungsian. Namun, ia mengakui bahwa RT 20 di area Gerbang Kota Padang Panjang mengalami kerusakan terparah.










