Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 209,10 poin atau 2,57 persen pada Jumat sore, 17 Oktober 2025, dan ditutup pada posisi 7.915,66. Pelemahan signifikan ini mengikuti tren negatif bursa saham di kawasan Asia, dipicu oleh kombinasi risiko global dan tekanan domestik.
Kelompok 45 saham unggulan, atau indeks LQ45, juga mengalami penurunan serupa. Indeks ini melemah 7,67 poin atau 0,98 persen, mengakhiri perdagangan di level 772,34.
Para analis pasar mencatat, peningkatan risiko global menjadi faktor utama pendorong pelemahan indeks. Ini termasuk meningkatnya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, serta isu government shutdown di AS yang berkepanjangan.
Dari dalam negeri, adanya rencana otoritas terkait ketentuan free float baru dan penindakan tegas terhadap praktik penggorengan saham, mendorong aksi ambil untung (profit taking) terhadap saham-saham yang sebelumnya telah menguat signifikan. Saham-saham ini sebelumnya menjadi penopang utama penguatan indeks.
Meski dibuka menguat, IHSG dengan cepat berbalik arah ke teritori negatif sejak sesi pertama perdagangan. Indeks tetap betah di zona merah hingga penutupan sesi kedua perdagangan saham.
Secara sektoral, seluruh sebelas sektor dalam Indeks Sektoral IDX-IC ditutup melemah. Sektor energi mengalami penurunan paling dalam sebesar 4,91 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan industri yang masing-masing turun 2,57 persen dan 2,28 persen.
Sementara itu, data Investasi Langsung Asing (FDI) untuk kuartal III 2025, di luar sektor keuangan dan migas, menunjukkan penurunan 8,9 persen (year on year/yoy) menjadi Rp 212 triliun. Angka ini melanjutkan tren negatif setelah pada kuartal II 2025, FDI juga tercatat turun 6,95 persen (yoy).
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.682.374 kali transaksi. Total 40,27 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp 28,55 triliun. Sebanyak 116 saham mengalami kenaikan, sementara 598 saham menurun, dan 94 saham tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia juga didominasi sentimen negatif. Indeks Nikkei Jepang melemah 712,24 poin (1,84%) ke 47.565,50, indeks Shanghai Tiongkok turun 76,47 poin (1,95%) ke 3.839,76, indeks Hang Seng Hong Kong anjlok 641,41 poin (2,48%) ke 25.247,10, dan indeks Straits Times Singapura melemah 27,27 poin (0,63%) ke 4.328,93.
Pekan depan, pelaku pasar akan menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Konsensus memperkirakan BI akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,5 persen. Selain itu, data pertumbuhan kredit bulan September dan data M2 Money Supply September 2025 juga akan dirilis.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar pada perdagangan hari ini antara lain BLUE, KONI, SOSS, GOLD, dan PSAB. Sebaliknya, saham-saham dengan pelemahan terbesar adalah MLPT, POLU, PGUN, MBTO, dan FUTR.












