JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak sideways atau bahkan berpotensi melemah pada perdagangan Kamis (20/11/2025) setelah ditutup menguat 0,53% ke level 8.406 pada Rabu (19/11/2025).

Analis menilai, meskipun IHSG masih menunjukkan penguatan, volatilitas diperkirakan akan meningkat.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan pasar akan sangat sensitif terhadap data tenaga kerja Amerika Serikat yang akan dirilis. Data tersebut termasuk FOMC Meeting Minutes, tingkat pengangguran, hingga nonfarm payroll September 2025.

“Ini yang membuat IHSG pada Kamis (20/11/2025) ada potensi pelemahan karena investor cenderung wait and see,” kata Nico.

Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai pergerakan IHSG akan cenderung terbatas sambil menunggu rilis data dari AS.

Nafan memproyeksikan support IHSG berada di level 8.355 dan 8.310, sedangkan resistance di 8.448 dan 8.506.

Dengan kombinasi sentimen global yang sensitif dan posisi teknikal yang mulai terbatas, IHSG dinilai berpotensi bergerak sideways.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.