Seoul – Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) telah menjatuhkan sanksi berat kepada penyerang timnas Hwang Ui-Jo berupa larangan berkiprah di sepak bola domestik Korea Selatan selama 20 tahun. Keputusan ini membuat pemain kelahiran Seongnam pada 28 Agustus 1992 itu tidak dapat terdaftar sebagai pemain maupun pelatih di negaranya, serta menutup pintu kembali ke skuad timnas.

Sanksi tersebut diumumkan setelah KFA merampungkan investigasi terkait kasus video asusila yang menyeret nama Hwang. Otoritas sepak bola Korea menilai tindakan tersebut termasuk dalam kategori pelanggaran berat yang berkaitan dengan kejahatan seksual.

Dengan hukuman ini, KFA menegaskan bahwa Hwang secara otomatis tidak memenuhi syarat untuk mengenakan seragam Taeguk Warriors, meskipun performanya di level klub cukup konsisten. Ini merupakan pukulan telak bagi karier internasionalnya.

Hwang terakhir kali tampil untuk timnas pada 2023. Sejak menjalani debut bersama timnas Korea Selatan pada 2015, ia telah mencatat 62 penampilan dengan torehan 19 gol. Perannya kerap menjadi andalan di lini depan, termasuk di ajang Asian Games, Piala Asia, dan Olimpiade.

Meski dilarang berkiprah di sepak bola Korea Selatan, karier Hwang di luar negeri masih berlanjut. Sejak Januari 2024, ia bergabung dengan klub Turki, Alanyaspor. Bersama tim tersebut, Hwang telah tampil sebanyak 33 pertandingan dan mencetak 8 gol hingga saat ini. Sebelumnya, ia juga sempat bermain di Prancis bersama Bordeaux.

Kasus Hwang Ui-Jo menjadi perbincangan hangat di kalangan publik Korea Selatan. Sebagian besar warganet menyayangkan tindakan sang pemain yang akhirnya berimbas pada kariernya. Tak sedikit pula yang menilai hukuman ini sebagai langkah tegas KFA dalam menegakkan disiplin dan menjaga citra sepak bola Korea.

Hukuman 20 tahun dari KFA ini menjadi salah satu sanksi paling keras dalam sejarah sepak bola Korea Selatan. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bahwa tindakan di luar lapangan bisa berimbas besar pada karier profesional seorang atlet. Hwang sendiri masih punya jalan di level klub internasional, namun di tanah kelahirannya, namanya akan absen lama setidaknya hingga dua dekade ke depan.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.