Pulau Punjung – Kabupaten Dharmasraya akan merayakan hari jadinya yang ke-22 dengan serangkaian kegiatan keagamaan, sebagai bentuk refleksi dan solidaritas terhadap musibah yang menimpa Sumatera Barat. Perayaan HUT Dharmasraya, yang jatuh pada 7 Januari 2026, akan diisi dengan festival nashid dan muhasabah.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya telah merencanakan festival nashid yang akan berlangsung di halaman kantor bupati pada pukul 14.00 WIB. Sementara itu, muhasabah dengan tema “Dalam Suka dan Duka” akan menghadirkan Ustadz Riza Muhammad dan Haddad Alwi pada pukul 20.00 WIB.

Menurut keterangan Dinas Kominfo Dharmasraya, perayaan tahun ini akan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, mengingat kondisi Sumatera Barat yang masih berduka akibat bencana alam yang baru-baru ini terjadi. “Kita merasakan duka yang dialami oleh saudara kita yang ditimpa musibah,” ujar Pelaksana Tugas Asisten 1 Pemkab Dharmasraya.

Dalam kegiatan muhasabah, ribuan warga Dharmasraya direncanakan untuk berzikir dan berdoa bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban penderitaan korban bencana dan memulihkan kondisi Sumatera Barat seperti semula. Selain itu, doa juga akan dipanjatkan agar Kabupaten Dharmasraya terhindar dari segala marabahaya.

“Semoga juga dengan kegiatan ini semakin memperkuat iman kita sesuai keyakinan agama masing-masing,” ungkapnya.

Pemerintah mengimbau seluruh warga Dharmasraya untuk berpartisipasi aktif dalam memeriahkan HUT ke-22 Dharmasraya dengan kegiatan-kegiatan positif. Partisipasi warga diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki terhadap daerah. “HUT Dharmasraya bukan milik pemerintah, tapi adalah milik seluruh warga Dharmasraya. Mari sama-sama kita hadiri kegiatan-kegiatan memeriahkan HUT Dharmasraya,” pungkasnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.