Aceh Tamiang – Upaya kolaboratif antara Danantara Indonesia, BP BUMN, sejumlah BUMN, dan Himbara dalam membangun hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang, menunjukkan komitmen terhadap pemulihan pasca-banjir. Proyek yang berlokasi di jalur strategis antara Kuala Simpang dan Langsa ini, menjadi pusat perhatian warga yang ingin menyaksikan langsung proses konstruksi.

Seorang warga setempat mengungkapkan apresiasinya terhadap kualitas bangunan huntara. “Kita suka, bagus, kami kira pakai kayu saja,” ujarnya, menyoroti penggunaan besi dan baja ringan sebagai rangka utama yang memberikan kesan kokoh dan rapi.

Fasilitas yang disediakan di huntara juga menjadi perhatian utama. Selain tempat tidur dan lemari, huntara dilengkapi dengan fasilitas modern seperti listrik, wifi, air bersih, toilet, dan taman bermain anak. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para pengungsi yang terdampak banjir.

Menurut salah seorang pekerja yang terlibat dalam proyek, standar kerja yang ketat diterapkan dalam pembangunan huntara. “Saya yang bekerja, saya tahu ini bagus,” katanya, menekankan kualitas konstruksi yang sedang berlangsung.

Pembangunan huntara ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mempercepat pemulihan pasca-banjir di Aceh Tamiang. Pada 16 Mei, pembangunan terus dikebut. Lokasi huntara yang strategis diharapkan dapat mempermudah akses bagi penghuni dan pihak-pihak terkait dalam memberikan bantuan dan dukungan.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.