Limapuluh Kota – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda tiga nagari di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, dinyatakan padam total. Hujan deras dan operasi modifikasi cuaca (OMC) menjadi kunci keberhasilan pemadaman.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BMKG melakukan OMC dengan menyemai 2.000 kilogram garam (NaCl) ke awan.
Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol, memastikan kondisi lapangan kini aman. “Kondisi di Nagari Taram, Tanjung Pauh, dan Galugua sudah hijau kembali,” ujarnya, Minggu (27/7).
Meski api telah padam, Rahmadinol menegaskan penyidikan terkait dugaan pembakaran lahan masih terus berjalan.
BPBD mencatat, total lahan yang terdampak Karhutla mencapai 866,87 hektare. Area terparah berada di Nagari Tanjung Pauh dengan luas 200 hektare.
Masa Tanggap Darurat tidak diperpanjang, namun monitoring di wilayah tersebut akan terus dilakukan.
Rahmadinol juga mengingatkan masyarakat akan potensi ancaman banjir dan longsor pasca kebakaran. “Masyarakat harus tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar aliran sungai,” pungkasnya.











