Palupuah – Akses transportasi antara Kabupaten Agam dan 50 Kota, Sumatera Barat, lumpuh total akibat banjir yang melanda pada Sabtu (10/1/2026). Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Batang Pagadih meluap dan memutus jalan utama di Jorong Tigo Kampuang Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuah.
Kondisi ini diperparah dengan dampak banjir terhadap permukiman warga. Camat Palupuah, Nong Rianto Dt Maruhun, menyampaikan melalui pesan singkat bahwa satu rumah warga di Jorong Pagadih Mudiak, Nagari Pagadih, terendam banjir. “Satu unit rumah warga di Jorong Pagadih Mudiak, Nagari Pagadih, terendam banjir dan telah dievakuasi oleh tim relawan gabungan,” ujarnya.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. “Amukan banjir besar menyebabkan akses jembatan putus diterjang banjir hanyut dibawa arus air sungai yang meluap,” kata Nong Rianto Dt Maruhun, menjelaskan bahwa akses transportasi di wilayah Jorong Angge Nagari Pasia Laweh juga terputus akibat jembatan yang hanyut.
Kekhawatiran akan dampak lanjutan dari cuaca buruk terus menghantui. “Saat ini di beberapa kawasan di Kecamatan Palupuah masih turun hujan yang dikuatirkan akan berdampak terhadap warga di beberapa wilayah aliran sungai,” imbuh Nong Rianto Dt Maruhun, menekankan potensi bahaya yang masih mengintai.
Pemerintah setempat telah mengambil langkah-langkah responsif terhadap situasi darurat ini. Nong Rianto Dt Maruhun menyatakan bahwa pihaknya bersama Forkopimca Palupuah segera turun ke lokasi kejadian setelah menerima laporan dari pemerintahan nagari dan masyarakat. “Setelah mendapat informasi dari Pemerintahan Nagari dan masyarakat pihaknya bersama Forkopimca Palupuah langsung terjun ke lokasi kejadian dan menginstruksikan pengamanan warga termasuk 1 keluarga yang rumahnya terendam banjir di Jorong Pagadih Mudiak yang sudah dievakuasi ke tempat aman,” jelasnya.
Upaya pemantauan dan imbauan kewaspadaan terus dilakukan. Nong Rianto Dt Maruhun menambahkan, “Pihaknya bersama Forkopimca Palupuah, aparatur Pemerintahan Nagari relawan KSB saat ini masih memantau perkembangan lebih lanjut terkait luapan beberapa sungai di Kecamatan Palupuah, termasuk kondisi ruas jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Bukittinggi–Sumatera Utara dan kita selalu menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada ancaman banjir bandang dan tanah longsor apalagi curah hujan cukup tinggi.”










