Padang – Dampak curah hujan ekstrem yang mengguyur Kota Padang sejak Kamis (1/1/2026) malam, memaksa Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang untuk melakukan penyesuaian operasional. Kondisi ini berimbas pada terganggunya suplai air bersih bagi sejumlah pelanggan di berbagai wilayah.

Menurut keterangan dari pihak Perumda AM, tingginya intensitas hujan menyebabkan peningkatan volume air sungai yang membawa material sedimen. “Saat ini petugas masih berupaya membersihkan material yang terbawa arus sungai ke intake di area pengolahan Utara,” ujar perwakilan Perumda AM pada Jumat (2/1/2026) malam, mengindikasikan fokus utama pada pemulihan infrastruktur.

Dijelaskan lebih lanjut, Intake Taban saat ini tidak dapat beroperasi dan belum dapat dipastikan kondisinya karena curah hujan yang masih tinggi serta risiko longsor pada akses jalan. Sementara itu, Intake Sungai Duo dan Sungai Sarik yang memasok air baku ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taban dan IPA Palukahan masih berfungsi, meskipun IPA Palukahan juga terdampak oleh derasnya arus sungai. Saluran sadap air baku di lokasi tersebut tertimbun material dan belum dapat dibersihkan karena kondisi cuaca yang belum memungkinkan.

Situasi di lapangan dilaporkan bervariasi. Intake Latung dan Garing masih beroperasi secara normal, namun Intake Guo mengalami kerusakan pada bendungan darurat. “Petugas belum bisa bekerja karena debit air sungai masih besar,” kata pihak Perumda AM, menggambarkan tantangan yang dihadapi di lapangan.

Perumda AM Kota Padang menyampaikan harapan agar cuaca segera membaik sehingga upaya pemulihan dapat segera dilakukan. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan akan berusaha memulihkan pelayanan secepat mungkin,” pungkasnya, seraya menjanjikan informasi terkini kepada masyarakat terkait perkembangan situasi dan upaya pemulihan yang dilakukan.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.