Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman menaruh harapan besar pada sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi lokal, seiring dengan kembalinya Pesona Hoyak Tabuik Piaman ke dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, mengungkapkan optimisme ini setelah menyaksikan peluncuran KEN 2026 melalui kanal Youtube resmi Karisma Event Nusantara dan Kementerian Pariwisata di ruang kerjanya.

Menurut Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, KEN bukan sekadar rangkaian acara, melainkan sebuah mesin penggerak budaya dan ekonomi daerah. Ia menjelaskan, “Sepanjang tahun 2025, KEN mencatatkan lebih dari 10,8 juta pengunjung menghadiri berbagai event KEN dan merasakan dampak nyatanya.” Lebih lanjut, ia merinci bahwa KEN 2025 melibatkan 108 ribu tenaga kerja, 105 ribu pelaku seni, ribuan komunitas, dan puluhan ribu UMKM, dengan total dampak ekonomi mencapai Rp17,01 triliun, meningkat signifikan sebesar 25,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Inilah bukti bahwa KEN adalah investasi nyata bagi pariwisata, budaya dan ekonomi Indonesia,” tegasnya.

Wardhana menambahkan bahwa KEN 2026 akan menyuguhkan lebih banyak daya tarik. “125 KEN tahun 2026 akan menghadirkan rupa-rupa warna pesona dan kekayaan seni, budaya, musik, karnaval, hingga kuliner,” paparnya. Ia juga menekankan bahwa terpilihnya setiap perayaan unggulan bukan hanya sebagai jembatan menuju liburan yang kaya pengalaman, tetapi juga sebagai lokomotif penggerak perekonomian yang berlandaskan kearifan lokal.

Mulyadi menyambut baik masuknya kembali Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman, kegiatan budaya dan wisata tahunan Kota Pariaman, ke dalam KEN 2026. “Alhamdulillah, Kota Pariaman masuk dalam 115 event KEN 2026,” ujarnya. Ia menyatakan bahwa hal ini sejalan dengan arahan Wali Kota Pariaman Yota Balad dan merupakan hasil kerja keras Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman.

Dijadwalkan, Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman tahun 2026 akan berlangsung dari tanggal 16 hingga 28 Juni. “Insyaallah, tahun ini akan dihadiri oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya,” ungkap Mulyadi.

Mulyadi juga menekankan pentingnya memaksimalkan potensi Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman sebagai ikon Kota Pariaman. Ia berharap, “Semoga dengan masuknya Pesona Hoyak Tabuik Piaman ke dalam KEN, maka dapat mendongkrak promosi wisata daerah sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat Kota Pariaman.”

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.