Tangerang – Penyerang Persita Tangerang, Hokky Caraka, menunjukkan kebangkitan karier yang gemilang setelah melalui masa sulit penuh kritik dan isu pribadi. Ia berhasil mencetak dua gol krusial (brace) saat Persita mengalahkan Persik Kediri 3-0 di Stadion Indomilk Arena pada Minggu (21/12).
Performa apik ini menjadi penanda kebangkitan Hokky setelah sempat berada di titik terendah. Sebelumnya, ia menghadapi hujatan tajam atas performanya di lapangan hingga tersandung dugaan kasus chat mesum dengan seorang perempuan.
Tekanan dari netizen yang bertubi-tubi bahkan membuatnya dianggap tak layak lagi memperkuat Timnas Indonesia. Hujatan tersebut sempat membuat mentalnya jatuh dan tergoda untuk pensiun dini dari dunia sepak bola, padahal usianya belum genap 22 tahun.
Namun, kecintaannya terhadap sepak bola menjadi alasan kuat baginya untuk terus bertahan dan melanjutkan karier. “Karena tidak kuat dengan hujatan, saya sempat ingin pensiun. Namun, karena saya cinta sepak bola saya harus terima itu. Kalau enggak cinta mungkin dari dulu sudah pensiun dini,” ujar Hokky.
Kecintaannya pada olahraga tersebut mendorongnya untuk terus berusaha menjadi pemain yang bisa berperan bagi tim, meskipun dibayangi kritik. Hasilnya, mentalitas bertandingnya berangsur pulih.
Dalam pertandingan melawan Persik Kediri, Hokky Caraka tak hanya mencetak gol tetapi juga menunjukkan kualitasnya. Salah satu gol yang dicetak penyerang berusia 21 tahun itu bahkan tercipta secara akrobatik. Sepanjang musim ini, ia mencatat empat gol yang keseluruhan dianulir oleh VAR.
Meski menjadi bintang dalam kemenangan tersebut, Hokky tetap merendah. Ia menegaskan bahwa raihan tiga poin adalah hasil kerja sama tim, bukan hanya individu.
Pelatih Persita, Carlos Pena, turut memuji penampilan Hokky. Menurut Pena, kebangkitan sang penyerang adalah buah dari kerja kerasnya yang konsisten, meskipun tidak selalu berbuah gol dalam setiap pertandingan.
“Hokky bekerja keras dalam setiap kesempatan meski tidak selalu mencetak gol. Dia juga mencetak gol pada pertandingan melawan Malut, tapi sayangnya dianulir,” ujar Pena.
Pelatih asal Spanyol itu menilai Hokky memang layak mendapatkan dua gol tersebut. Gol-gol tersebut seakan menjadi ganjaran atas kerja kerasnya selama ini, dan juga pengganti setimpal dari gol-golnya yang sebelumnya dianulir VAR.
“Dia memang pantas mencetak gol karena sepekan ini bekerja sangat keras. Dia tidak tampil sebagai starter tapi begitu masuk langsung bisa memberikan kontribusi maksimal, terlepas dari dua gol yang dicetak,” pungkas Pena.












